Thursday, 26 March 2020

Temani Anak Belajar di Rumah

Wabah COVID-19 membuat anak-anak sekolah harus belajar di rumah. Anak PAUD hingga SMA/SMK setiap hari mendapat tugas dari guru-guru mereka dan orangtua harus memastikan anak-anak mengerjakan tugas mereka dengan baik.
Kecanggihan teknologi komunikasi memudahkan komunikasi antara guru dan orangtua, antara guru dan siswa, atau di antara ketiganya.
Anak saya Kenan yang duduk di TK A juga mempunyai tugas selama belajar di rumah. Selain ada lembar kerja/aktivitas yang dikerjakan untuk bahan di rumah, gurunya juga memberikan tugas harian. Seperti hari ini, gurunya meminta anak-anak untuk membantu pekerjaan orangtua di rumah, seperti menyapu, membereskan tempat tidur, mencuci sepatu, dan sebagainya. 
Keterangan foto: Kenan membantu ayah membersihkan kipas angin.

Keterangan foto: Kenan membersihkan rak buku.

Keterangan foto: Kenan menyapu lantai.

Hari-hari sebelumnya ada banyak aktivitas yang dilakukan Kenan di rumah. Berikut ini foto-foto Kenan dan aktivitasnya.
Mewarnai lembar aktivitas

Mewarnai dan menebalkan tulisan

Mewarnai dan menghitung

Belajar membaca bersama ayah

Belajar menulis bersama bunda

Monday, 3 February 2020

Tahun 2020 Tantangan Orangtua dalam Mengasuh Anak Semakin Berat

Sulit, sangatlah sulit mengalihkan perhatian anak balita dari "racun" yang namanya gawai. Sehebat-hebatnya orangtua menjauhkan anak dari gawai, tetap bisa terpengaruh juga. Orangtua tidak bisa melarang orang lain, anak tetangga atau saudara yang datang ke rumah  mengenalkan gawai pada anak kita. Kadang kala gawai menjadi jalan untuk bisa akrab dengan anak.
Orangtua sulit sekali untuk menjauhkan anak dengan gawai. Yang bisa dilakukan orangtua saat ini adalah menciptakan kegiatan yang bisa menarik perhatian anak sehingga bisa menaruh gawainya dan segera ikut serta dalam aktivitas yang orangtua lakukan. 
Sebuah pengalaman menarik saya baca dari buku Jatuh Hati pada Montessori. Berikut kutipannya:
Saya tak akan lupa yang terjadi ketika dalam sebuah seminar tentang bahaya gadget (gawai), seorang bapak berdiri dan berbicara dengan terbata-bata, "Bapak dan Ibu yang putra-putrinya masih di bawah 6 tahun, berbahagialah. Masih ada waktu. Segesra cari cara supaya anak tidak bergantung pada gadget. Anak saya sekarang usianya 12 tahun. Saya dipukul kalau tidak mengizinkan dia main," ujarnya sambil menghapus air mata. (Hlm. 26)

Media cetak online banyak memberitakan tentang anak-anak yang harus dibawa ke rumah sakit jiwa karena terkena gangguan jiwa akibat kecanduan main gawai. Laman Tribunnews.com Senin, 28 Oktober 2019 menggunggah sebuah berita berjudul "Ratusan Anak Mengalami Gangguan Jiwa Karena Gawai, Aiman: Gawai Mirip Narkoba Dong?". Berikut kutipan beritanya:

Ratusan anak di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat mengalami gangguan jiwa karena gawai.
Direktur Utama RSJ di salah satu daerah di Jawa Barat mengatakan bahwa ada pasien yang sampai memukul ibunya.

 “Ada yang karena main game sampai memukul ibunya,” kata Elli Marliyani, Direktur Utama RSJ di Jawa Barat saat diwawancari Jurnalis KompasTV, Aiman Witjaksono (28/10/2019).

Bagi orangtua informasi tentang dampak negatif terlalu lama berinteraksi dengan gawai  sudah diketahui orangtua. Namun orangtua kadang abai dengan alasan kesibukan mereka. Termasuk saya, kadang lepas kendali membiarkan anak asyik dengan gawai selama berjam-jam. Sementara saya harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah hampir sampai masa tenggat. Tapi saya tetap berusaha untuk mengganti waktu yang terbuang bersama gawai. 

Anak saya kini berusia 5 tahun. Saat ini sudah mengenal beberapa permainan edukatif yang ada pada gawai. Semaksimal mungkin, saya mengajak anak saya beraktivitas yang bisa menarik perhatiannya dan mengalihkan konsentrasinya dari gawai ke aktivitas lainnya. Jujur, ini tidak mudah dilakukan.

Femi Olivia dalam bukunya Good Memory Building, menyebutkan bahwa  untuk mengoptimalkan daya konsentrasi anak, amati gaya belajarnya,apakah visual, auditori, atau kinestetis.
- Bagi anak visual: pusatkan perhatiannya dengan memberikan materi melalui bentuk-bentuk yang menarik, gambar warna-warni. Buatlah ilustrasi gambar atau teks dengan cara menuliskan pola.
- Bagi anak auditori: ajak anak berdiskusi, tanya jawab, tebak-tebakan atau membacakan persoalan dengan cara bercerita. Cara ini akan membuat anak tertarik dan pada akhirnya mau memusatkan perhatiannya.
- Bagi anak eksploratif atau kinestetis: biarkan anak beraktivitas fisik selagi diharuskan memusatkan perhatian. Misalnya menghafal perkalian perkalian sambil main tali atau berpindah-pindah tempat.

Anak saya termasuk anak yang tidak bisa diam sehingga bisa dikatakan lebih dominan kinestetisnya. Namun, dia juga suka main tebak-tebakan dan bermain dengan warna-warna. Aktivitas fisik dimodifikasi dengan permainan penuh warna tentu lebih akan lebih menarik bagi anak saya. Orangtua harus mengetahui seperti apa gaya belajar anak mereka. 

Sesuai pengalaman saya bersama anak, aktivitas ini bisa mengalihkan perhatian anak dari gawai. Namun, aktivitas ini mungkin membuat orangtua enggan untuk melakukannya karena menyebabkan kotor dan  berantakan.

1. Bermain pasir/tanah
Anak-anak suka main bermain pasir atau tanah, tapi kebanyakan orangtua enggan anaknya bermain dengan tanah karena kotor dan takut kena kuman.
Bagi saya, bermain pasir atau tanah tidak akan menyebabkan sakit karena kuman asalkan orangtua waspada untuk mengajak anak mencuci anak selesai bermain. Selain itu, saat bermain harus terus diawasi oleh orangtua atau orang dewasa.

2. Main perahu kertas di air
Pagi-pagi, bangun saat baru bangun tidur, anak saya sudah meminjam gawai pada saya. Ini masalah, kata saya dalam hati. Harus ada kegiatan pengganti yang bisa menarik perhatian anak. Ketika itu semalam habis hujan, air di selokan depan rumah masih menggenang. Jadilah muncul ide membuat perahu kertas dan melajukannya di selokan. Apakah anak suka? Anak saya suka sekali, dan saya yakin anak-anak lain (usia balita) pasti akan suka aktivitas ini. Apalagi ditambah dengan main kecipak air dengan tangan. Namun, tentu air selokan yang digunakan bermain adalah selokan yang airnya mengalir dan bersih dari jentik nyamuk dan sampah.
Bagaimana jika di dekat rumah tak ada air selokan yanh mengalir? Mudah saja, orangtua bisa menggunakan air dalam baskom besar. 

3. Berkreasi dengan mainan yang ada
Mainan baru biasanya akan menarik minat anak-anak untuk bermain. Tetapi orangtua, tidak mungkin membelikan mainan setiap saat. Mainan-mainan yang sudah dibeli itu pasti sudah memenuhi lemari atau berserakan di berbagai tempat.
Orangtua atau pendamping anak bisa memberikan ide-ide kreatif pada anak untuk memainkan kembali mainan-mainan lama. Misalnya, ada banyak mainan mobil kecil, kreasikan dengan mengajak anak membuat jembatan dari kardus bekas kemasan. Anak usia dini perlu dirangsang kreativitasnya. Sedikit pancingan ide dari orangtua, anak akan menciptakan ide bermain sendiri. Kemudian, orangtua harus terus mendampingi anak untuk mewujudkan ide-ide kreatif anak. Aktivitas ini mampu mengalihkan perhatian anak sehingga berpaling dari gawai. 
Tiga aktivitas di atas sudah saya praktikkan pada anak saya dan berhasil membuat anak menaruh gawainya. Sungguh, tidak mudah menjadi orangtua di saat ini. Orangtua harus lebih ekstra peduli pada anak, terutama anak usia dini. Orangtua juga harus mau lebih repot ketika mendampingi anak bermain. 

Monday, 23 December 2019

Kesenangan dalam Belajar Lebih Penting dari Calistung


Tentu kita sudah tidak asing dengan pernyataan ini, "Kesenangan dalam belajar lebih penting daripada calistung."


Sunday, 15 December 2019

Kenan Stories: Bebaskan Anak Beraktivitas Tanpa Gawai

Malam ini kami (saya dan Kenan) memasang pohon Natal. Bukan pohon Natal baru, tetapi kami menghiasnya dengan suka cita Natal. Kenan tampak senang ketika lampu kerlap-kerlip Natal sudah terpasang, kemudian kami pun berfoto.
Usai memasang pohon Natal, Kenan mengambil kertas HVS dan spidol. Oh rupanya dia mau menggambar. Saya pun mendekat dan bertanya padanya mau menggambar apa. Tapi Kenan malah balik bertanya, menggambar apa ya?  Saya pun mengusulkan padanya untuk menggambar pohon Natal. Dengan bantuan contoh gambar, Kenan bisa menggambar pohon Natal sederhana.
Selanjutnya, Kenan menggambar sesuai idenya sendiri. Kenan menggambar apotek dan stasiun kereta. Yang luar biasa bagi saya, usai menggambar Kenan bisa menceritakan isi gambarnya.
***
Setiap anak bebas membuat gambarnya sendiri. Bebas berekspresi sesuai imajinasinya. Gawai boleh saja mengalihkan perhatiannya sejenak. Pada akhirnya, ia akan asyik dengan kertas dan pensil (spidol, krayon, cat). Dan, ketika itu terjadi pastilah akan berantakan di mana-mana, kertas dan spidol berserakan. Tidak apalah, hanya berantakan saja, bisa dibereskan lagi dalam sekejap. 

Gawai Saingan Terberat Orangtua
Gawai boleh saja datang dan terus menghantui di sekitarnya, siapkan segera aktivitas kreatif untuknya. Orangtua harus siap hadapi musuh terbesar saat ini, yaitu gawai. Gawai, siap menghabiskan waktu terbaik anak kita untuk bermain, hingga gawai bisa memisahkan anak dengan kita, orangtuanya.
Untuk mengalihkan anak kita dari gawai tidaklah mudah. Saya biasanya mengajak Kenan aktivitas menarik seperti bermain tanah atau bermain air selokan sehabis hujan. Kenan pasti langsung menaruh gawainya (jika sedang fokus pada gawai) atau meninggalkan aktivitas lainnya demi untuk bermain tanah atau bermain air. Memang aktivitas ini bisa membuat kita repot karena kotor dan basah, tetapi dijamin anak bisa asyik bermain. Tak apa sedikit kotor dan basah, bisa dicuci dan dikeringkan. 
JADI, tidak apa kotor, tidak apa basah, tidak apa berantakan, karena ada proses belajar dalam setiap aktivitas itu dan ada pengalaman berharga yang luar biasa yang akan dikenang olehnya. (Bunda Kenan)

---------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------

Ayo bermain cat air yuk.. corat coret warna mengasyikkan saat harus dirumah saja.



Friday, 15 November 2019

Catatan untuk Tuhan

Catatan untuk Tuhan

Apa inginku, entahlah
Apa mauku, entahlah

Apa maunya, aku tahu
Apa inginnya, aku tahu

Mauku, biarkan saja
Inginku, biarkan saja

Maunya, segera wujudkan
Inginnya, segera wujudkan

Apalah artinya inginku
jika keinginan mereka tak terwujud
Apalah artinya bahagiaku, tanpa kebahagiaan mereka

Biarlah inginku mauku menjadi catatan emas bagi Tuhan
Dia akan mencatat segalanya tanpa ada yang tertinggal
Ini hanya sebuah catatan untuk Tuhan 🙏

PA 15-11-2019

Wednesday, 9 October 2019

Buku Aktivitas yang Melejitkan Kecerdasan Anak

Buku aktivitas Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD menjadi salah satu buku yang disukai anak lanang, Kenan. Buku ini saya tulis tahun 2018 dan baru terbit tahun 2019.
Buku aktivitas Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD menjadi buku yang bisa merangsang kecerdasan anak PAUD. Buku aktivitas ini minim kata-kata. Semua halaman buku ini disajikan penuh gambar dan fullcolor.

Ada banyak aktivitas anak yang bisa dilakukan bersama buku  aktivitas Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD. Anak-anak bisa diajak untuk menceritakan gambar, mengindentifikasi gambar, memasangkan gambar, menarik garis, dan sebagainya.


Kenan suka bermain dan belajar dengan buku aktivitas Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD. Kemarin (8/10/19), dengan senang hati Kenan bermain dan belajar bersama buku aktivitas Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD. Bersama buku aktivitas ini, Kenan juga mampu menceritakan gambar seri.
Buku ini begitu saya rasakan manfaatnya untuk anak lanang. Saya pun ingin anak-anak Indonesia bisa bermain dan beraktivitas bersama buku aktivitas Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD ini.


Data buku
Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD
Penulis: Paskalina Askalin
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun: 2019
Harga: Rp99.800,00
Dapat dibeli di toko buku Gramedia dan toko buku online

=============      ===================≠
Corat coret melukis dapat meningkatkan kecerdasan anak. Selain anak bisa mengenal warna, bisa merangsang kreativitasnya. Ada lho cat air untuk anak yang ramah anak dan ramah di kantong. Silakan klik di sini 👇 

Wednesday, 26 June 2019

Buku Baru: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD


Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD
Penulis: Paskalina Askalin
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: Mei, 2019
Tebal: 100 halaman
Isi: Fullcolor
ISBN: 978-602-04-9591-0

Kover belakang:
Semua anak cerdas. Tapi, bagaimana kita mengasah dan melejitkan kecerdasan mereka? Yuk, ajak mereka berlatih dengan Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD. Isinya sederhana, mudah dikerjakan anak, tapi menantang anak untuk berpikir.

Buku ini bisa dibeli di
- Toko Buku Gramedia
- www.bukabuku.com
- www.belbuk.com
- www.grobmart.com


=============      ===================≠
Corat coret melukis dapat meningkatkan kecerdasan anak. Selain anak bisa mengenal warna, bisa merangsang kreativitasnya. Ada lho cat air untuk anak yang ramah anak dan ramah di kantong. Silakan klik di sini 👇 

Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES .  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi chann...