Thursday, 14 September 2017

Day14 Si Kumbi Anak Jujur

Sejak satu tahun yang lalu, saya membacakan buku si Kumbi untuk Kenan. Si Kumbi adalah tokoh kartun yang menjadi ikon anak jujur yang dibuat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tiga hari ini Kenan begitu dekat dengan tokoh Kumbi ini. Bahkan Kenan hampir hafal lagunya. Kenan semakin semangat menyanyi karena pernah bertemu dengan badut Kumbi di JCC Senayan ketika mengunjungi Indonesia International Book Fair.

Teks Si Kumbi Anak Jujur

Kenan suka lagu Si Kumbi ini, apalagi lagu dalam video. Video si Kumbi yang begitu sederhana tetapi memiliki pesan cerita yang kuat, membuat Kenan dengan mudah memahami ceritanya. Ini link video si Kumbi yang disukai Kenan.

Video Si Kumbi Anak Jujur, kesukaan Kenan




Tips Membacakan Buku Bergambar
Buku si Kumbi adalah buku bergambar yang penuh warna, sedikit kata-kata. Ketika membacakan buku si Kumbi, sebaiknya orangtua/pembaca berkreativitas untuk menceritakan kembali kisah si Kumbi supaya teks lebih panjang dan anak memahami isi buku atau pesan yang tersimpan.
Buku setebal 32 halaman, jika hanya dibacakan saja tanpa ada penambahan kata dan kalimat secara langsung, akan tidak menarik buat anak. Ketika saya membacakan buku si Kumbi, saya akan menambahkan banyak sekali kata dan kalimat untuk memperjelas cerita.

Kenan dibacakan buku si Kumbi.



Wednesday, 13 September 2017

Day13 Merawat Binatang Peliharaan

Di rumah ada anjing bernama Boni. Boni dipelihara sejak 8  bulan yang lalu. Kenan termasuk anak yang peduli pada binatang peliharaan. Kenan tidak takut mengelus Boni. Kenan juga tidak takut memberi makan Boni. 

Ketika menyanyikan lagu, lagu Heli diubah menjadi Boni, seperti di bawah ini.

Aku punya anjing kecilKuberi nama BoniDia senang bermain-maimSambil berlari-lariBoni, guk guk gukKemari guk guk gukAyo lari-lariBoni,  guk guk gukKemari, guk guk gukAyo lari-lari

Menyayangi binatang peliharaan dapat ditanamkan sejak anak usia dini. Kenan berusia 2,8 tahun saat ini dan dia sudah bisa memberikan perhatiannya pada Boni. Lagi-lagi, apa yang dilakukan Kenan ini adalah hasil dari mencontoh apa yang dilakukan orang di rumah pada Boni.

Menyayangi binatang peliharaan juga cara untuk melatih rasa tanggung jawab pada anak sejak dini. Misalnya, anak diberikan tanggung jawab memberi makan binatang peliharaan setiap pagi. Anak suka sekali diberi tanggung jawab oleh orangtuanya.

Seperti Kenan, meskipun belum paham 100%, Kenan suka jika saya memberikan tugas padanya supaya membuatkan susu untuk Boni atau memberikan makanan pada Boni. Kenan selalu menyambut permintaan saya dengan gembira.

Penanaman karakter positif harus dilakukan sejak usia dini. Tetapi belum terlambat jika dilakukan sekarang ketika anak sudah besar. - Paskalina Askalin

#day13 #septembercerita #momwriting #karakterpositif #sayangbinatangpeliharaan

Kenan dan Boni.

Day12 Kecerdasan Musikal

Tahun 2013 lalu, saya menulis buku aktivitas kecerdasan anak. Buku aktivitas itu terdiri atas 10 macam kecerdasan, yaitu:

1. Kecerdasan bahasa
2. Kecerdasan logis matematis
3. Kecerdasan musikal
4. Kecerdasan naturalis
5. Kecerdasan interpersonal 
6. Kecerdasan intrapersonal
7. Kecerdasan visual spasial
8. Kecerdasan kinestetik
9. Kecerdasan eksistensial
10. Kecerdasan moral


Sepuluh kecerdasan itu pada praktiknya tidak bisa berdiri sendiri. Sepuluh kecerdasan itu saling berkaitan dan mendukung.  Yang ingin saya bahas kali ini adalah tentang kecerdasan musikal.
Kecerdasan musikal adalah kemampuan individu dalam menggubah lagu dan musik, bernyanyi dan bermain alat musik, dan dapat menghargai semua jenis musik, serta memiliki kepekaan yang kuat akan keserasian dan kesadaran universal tentang berbagai pola kehidupan.

Jika saya perhatikan, Kenan memiliki kecerdasan musik yang luar biasa. Kenan suka bernyanyi, suka bersenandung, dan suka mendengarkan musik. Saya tidak heran dengan kecerdasan yang dimiliki Kenan, karena saya merasa kecerdasan musik yang dimiliki Kenan diturunkan dari bapak saya dan dari ayah Kenan. Bapak saya dulu senang sekali menyanyi lagu-lagu bertema kebangsaan, dan Kenan kini menyukai lagu seperti Indonesia Raya dan Hari Merdeka. Bahkan ketika Kenan mendengar lagu Indonesia Raya, Kenan langsung aksi menjadi dirigen.

Saat ini Kenan sudah bisa menyanyikan lebih dari 10 lagu anak-anak, seperti:
- Bintang Kecil
- Pelangi
- Ambilkan Bulan Bu
- Bangun Tidur
- Balonku
- Hujan
- Boneka Baru
- Becak
- Delman
- Burung Kaka Tua

Kepekaan Kenan pada musik juga terlihat pada kebiasaannya mengubah lirik sebuah lagu. Misalnya:  abang tukang bakso, digantinya menjadi abang tukang bubur. Kenan juga suka sekali bersenandung sendiri dengan penuh keceriaan.

Lagu anak-anak yang saat ini bisa dinyanyikan Kenan, bukanlah lagu hafalan. Lagu-lagu itu selalu saya nyanyikan untuk Kenan setiap saat, saat bermain, saat sebelum tidur, dan dimanapun serta kapanmu. Kebiasaan menyanyikan lagu itu rupanya terekam oleh Kenan sehingga sekarang mampu menyanyikan lagu dengan benar.

Kesenangan Kenan pada lagu berdampak pada kesukaannya memainkan alat musik. Belum lama ini, saya membelikan Kenan gitar kecil, dan dengan gaya sok bisa, Kenan beraksi memainkan gitar dan menyuruh saya menyanyi.

Kesimpulan saya, kecerdasan musikal bisa dilatih atau dirangsang sejak dini. Caranya dengan mendekatkan anak kita pada alat musik hingga anak terbiasa dengan suara alat musik. Kemudian biasakan juga mengajak anak mendengarkan berbagai lagu yang dinyanyikan atau melalui rekaman video.

#day12 #septembercerita #momwriter #writingchallenge #kecerdasanmusikal #kecerdasanmoral #kecerdasanmajemuk

Kenan sedang bergitar, bak satria bergitar aja nih...

Monday, 11 September 2017

Day11 Bercerita

Kenan sudah pandai bercerita. Apa yang dilihatnya kemarin dia ceritakan dengan lancar, walau ada salah-salah pengucapan dan salah yang dimaksud. Jadi kemarin itu, ceritanya Kenan dan Bunda serta Uti (Nenek Kenan/Mama saya), pergi ke Indonesia International Book Fair di JCC Senayan.

Tujuan Bunda ke book fair adalah untuk mengantarkan photobooth membumi yang akan digunakan besok sekaligus mengajak Kenan ke pameran buku. Nah, ketika turun dari bus Transjakarta, photobooth itu ketinggalan untungnya bus belum melaju kencang jadi masih bisa dihentikan. Selamatlah photobooth itu, tidak jadi ketinggalan.

Kembali ke masalah bercerita, Kenan sudah pintar bercerita. Karena pintar bercerita, maka dia semakin banyak bertanya dan saya harus menyiapkan 1000 jawaban yang memuaskan. Mendengarkan cerita Kenan itu membuat saya takjub luar biasa.

Kenan dengan semangatnya bercerita.

Anak-anak tetangga seusia dia, bahkan lebih tua darinya, bicara saja belum lancar apalagi bercerita. Setiap kali pulang bermain dari rumah tetangga, Mama saya (Uti Kenan), begitu bangganya menceritakan jika kemampuan bicara Kenan melebihi anak-anak yang berusia di atas Kenan.
Dengan bangganya saja menjawab, "Pasti berbeda perkembangan bicara Kenan dengan anak lain karena Kenan terbiasa mendengar banyak sekali percakapan dalam cerita yang dibacakan untuknya."

Membacakan buku adalah kegiatan yang merangsang kecerdasan bahasa Kenan. Saya membacakan buku untuk Kenan bukan baru-baru ini. Saya membacakan buku sejak Kenan masih saya kandung. Apa iya, membacakan buku untuk anak ketika masih dalam kandungan bermanfaat untuk merangsang kecerdasan anak? Jawaban tentang manfaat membacakan buku, akan saya bahan ditopik tulisan selanjutnya.

Membacakan buku untuk anak, bisa merangsang kemampuan berbahasa anak. - Paskalina Askalin

#day11 #septemberbercerita #writingchallenge #momwriting #kenanstories #membacakanbuku #membacacerita #bukuanak

Sunday, 10 September 2017

Day10 Kenan Mau Setrika, Boleh?

Apa yang Anda lakukan saat anak memaksa ingin menyetrika baju ketika Anda sedang menyetrika baju? Pastilah Anda akan menyuruh anak pergi menjauh karena takut anak terkena setrika yang panas. Itu pun saya lakukan hari ini. Saya beradu argumen dengan Kenan (2,8 tahun) karena ingin menyetrika baju. Saya dengan keras melarang Kenan mendekat. Tetapi yang terjadi Kenan malah memaksa terua mendekat. Akhirnya, Kenan diajak pergi oleh Uti-nya, dan saya melanjutkan setrika baju.

Orangtua dengan keukeuh mengatakan setrika panas berbahaya, sedang anak keukeuh ingin mencoba setrika. Apa yang saya lakukan sudah benar?

Anak meniru apa yang dilakukan orang di sekitarnya. Anak seusia Kenan belum paham jika setrika itu bisa melukainya jika tidak hati-hati menggunakannya. Setelah saya pikirkan lagi, yang saya lakukan kurang tepat. Cara saya beradu argumen dengannya, seharusnya tidak terjadi.

Akhirnya, Kenan mencoba menyetrika bajunya sendiri, tetapi tentu dengan tanpa dicolok pada sambungan listrik. Kenan senang sekali bisa menyetrika bajunya.

Kenan sedang asyik menyetrika (tanpa disambungkan listrik).
Renungan saya:Orangtua seperti saya, terlalu cepat melarang anak melakukan ini dan itu, saya cepat marah pada anak saya karena keingintahuan anak saya pada banyak hal yang dilihatnya. Keingintahuan anak kadang menyerempet pada sikap seakan-akan anak mengganggu kita, padahal anak hanya ingin tahu. Orangtua harus lebih sabar dan cerdas memberikan pemahaman pada anak.Kejadian seperti di atas, bisa terjadi dalam berbagai aktivitas. Rasa keingintahuan anak, membuat anak seperti nakal yang suka mengganggu. Padahal sikap anak ini menunjukkan kepeduliannya pada orang dan lingkungan sekitarnya.

Di usia Kenan saat ini, 2,8 tahun, Kenan selalu ingin dilibatkan dalam berbagai hal yang dilakukan, karenanya sebisa mungkin saya dan semua anggota keluarga melibatkan Kenan. Ketika saya membuatkan susu, Kenan membantu menuangkan air. Ketika ayah mencuci motor, Kenan ikut mencuci motor. Ketika Bunda mau membuang sampah, Kenan membantu membawakan sekantong sampah. Dan, masih banyak lagi kegiatan di rumah yang ikut melibatkan Kenan.

Tidak ada sekolah yang mengajarkan menjadi orangtua yang baik. Orangtua harus belajar terus bersamaan dengan bertumbuhnya anak menjadi dewasa dan tiba waktunya menjadi orangtua. -Paskalina Askalin


#day10 #septemberbercerita #writingchallenge #momwriting #kenanstories #goldenage #anakusiadini #orangtuabijak

Saturday, 9 September 2017

Day9 Bus Transjakarta dan Senayan


Bus Transjakarta dan Senayan adalah dua hal yang dipelajari Kenan hari ini. Kenan dan Bunda naik bus TransJakarta ke Senayan untuk melihat pameran buku sekaligus mengantar photo booth untuk pameran Komunitas Membumi.

Beberapa hari sebelumnya Bunda sudah menjanjikan untuk pergi ke Senayan dengan bus Transjakarta dan apa yang terjadi, Kenan sudah bercerita kemana-mana kalau dia akan pergi ke Senayan dengan bus Transjakarta. Kenan begitu bersemangat menyambut sesuatu yang baru.

Bus Transjakarta indentik sekali dengan ibu kota Jakarta, sehingga kurang lengkap rasanya jika ke Jakarta tidak naik bus Transjakarta. Demikian pula dengan Senayan, yang merupakan ikon Jakarta, pasti akan sangat disayangkan jika tidak dikunjungi ketika berada di Jakarta.

Saya sebenarnya bukan seorang traveller, tetapi jika ada kesempatan saya akan memperkenalkan tempat-tempat terbaik yang ada di Jakarta pada Kenan. Monas dan Kota Tua adalah dua destinasi wisata yang harus saya perkenalkan pada Kenan. Dua tempat itu mempunyai nilai historis yang tinggi dan tentunya akan memberikan nilai edukasi yang baik untuk Kenan.

Asyiknya Naik Transjakarta
Naik bus Transjakarta bisa menjadi pilihan wisata untuk Keluarga. Dengan ongkos Rp 3.500,- kita bisa keliling Jakarta sepuasnya atau bisa ke tempat wisata di Jakarta. Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Monas, dan Kota Tua bisa dijangkau dengan menggunakan bus Transjakarta.

Ketika untuk pertama kalinya Kenan baik bus TransJakarta, Kenan begitu menikmatinya, hingga rasa kantuk diindahkannya. Awalnya Kenan memang kelihatan tegang, tetapi lama-kelamaan Kenan bisa rileks juga.

Liburan bermakna buat keluarga bukan tempat yang jauh atau ongkos yang mahal. Liburan paling bermakna adalah kebersamaan bersama keluarga. - Paskalina Askalin

#day9 #septemberbercerita #writingchallenge #momwriting #kenanstories #liburankeluarga #transjakarta #busway #liburankeluarga

Friday, 8 September 2017

Day8 Apa yang Dilihat, Dilakukannya


Sering sekali Kenan melihat ayahnya sibuk dengan lembaran kertas berisi lagu-lagu rohani. Kebiasaan ayahnya berlatih menyanyi itu terekam jelas dalam ingat Kenan. Hari ini Kenan bergaya menyanyikan sebuah lagu, bersenandung sambil memegang lembaran kertas.

Dalam hal musik dan lagu, Kenan tidak serta-merta langsung menirukan apa yang dilihatnya sehingga kadang saya harus menerka-nerka apa maksud tindakan Kenan. Seperti video di bawah ini. Kenan sedang bersenandung sambil memegang lembaran kertas. Apa yang dilakukannya itu pernah dilakukan ayahnya beberapa waktu lalu.



Lagu-lagu anak yang sering saya nyanyikan pun tidak langsung ditirunya. Beberapa hari bahkan beberapa kemudian, Kenan menyanyikan sendiri lagunya tanpa bantuan. Bahkan Kenan sering melarang saya ikut-ikutan bernyanyi.

Kenan memiliki kecerdasan dalam hal musik (kecerdasan musikal), itu juga yang sering kali saya temukan. Kenan begitu tertarik mendengarkan lagu-lagu, Kenan juga suka beraksi seperti seorang dirigen. Saya sering terkagum-kagum melihat aksinya. Saya tidak paham notasi lagu, tetapi Kenan seperti sudah paham notasi lagu. Semoga kelak, Kenan bisa menjadi seorang komposer andal. Amin


#day8 #septembercerita #momwriting #writingchalleng #30harimenulis #kecerdasanmusikal

Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES .  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi chann...