Wednesday, 18 April 2018

Catatan Galau: Penerbangan Pertama


Sebuah pengalaman menakjubkan saya alami, tgl 18 Apr 2018, jam 10.42 WIB. Saya menulis di atas awan. Penerbangan pertama, saya rasakan jantung ini dag dig dug sangat, tetapi tersisip juga rasa senang.

Namun, di hati saya tetap galau, jauh dari anak lanang adalah sesuatu yang berat. Ini ada hari terlama berpisah dari anak lanang 4 malam 5 hari. Duh aduh..

Ketika surat itu datang ke pos el, saya terkesima membaca sebuah kata SOLO. Pelatihan di Solo, 18 - 22 April 2018, akankah saya datang? Tahun lalu saya mengajak serta teman-teman saya di pelatihan, tahun hanya seorang diri.

Ketika ini ditulis, saya masih dalam pesawat bersama CL. Rasanya gimana ya naik pesawat itu. Hmmm luar biasa deg deg deg. Rasa deg degan itu menutupi sedikit kegalauan saya. Puji Tuhan.

Yang pertama saya lakukan adalah cek tiket kereta, ahhh tidak ada jam yang pas dengan jadwal acara. Terlalu lama menunggu sampai jam acara mulai, pasti tidak enak. Akhirnya, saya beranikan diri cek pesawat di traveloka. Saya pakai kata BERANIKAN karena ini adalah penerbangan saya yang pertama (jangan pada ketawa ya... hihihihi). Butuh keberanian bagi saya untuk memutuskan, OKE SAYA AKAN NAIK PESAWAT WALAU TANPA TEMAN.

Tiket harus segera dipesan dan akhirnya, saya pesan tiket pulang pergi Jakarta Solo dan Solo Jakarta. Jujur, hati ini masih berat karena takut naik pesawat sendiri. Karena pekerjaan mengatak dari seorang teman membuat saya tetap tenang dan fokus pada pekerjaan, sehingga penerbangan pertama saya nanti tidak terlalu saya pikirkan, walaupun tetap saya pikir juga sebenarnya (hahahaha).

Sabtu, 14 April 2018, saya dapat kabar dari seorang teman yang juga ikut pelatihan ke Solo. Puji Tuhan keresahan berkurang, saya pesankan tiket pesawat yang sama dengan saya, sehingga bisa berangkat sama-sama (ah senangnya, tidak sendirian mengalami terbang pertama).

Ketika menulis ini saya sedang merasakan pusing dan sedikit mual. Penerbangan pertama yang benar-benar saya nikmati.

Pertama Ini adalah yang pertama Kuyakin ini bukan yang terakhir Akan ada kedua ketiga dan seterusnya Harapannya, amin
Pertama Bercampur rasa, takut dan senang
Ditambah rasa dag dig dug Sedikit pusing juga Lancar sampai di Solo, amin 
Pertama Harus berani melewati Walau hanya sendirian saja Akhirnya Tuhan kirimkan teman Ah Tuhan, Kau baik sekali
Pertama Banyak rasa banyak resah Kunikmati semuanya Dengan santai (mencoba) Optimis akan baik-baik saja

Dari atas pesawat CL QG-122 JKT - SOLO, semua kata itu kutulis.

Puji Tuhan 11.00 WIB pesawat CL mendarat dengan sempurna. Sebelum mendarat sempat berputar-putar di atas Kota Solo, hedeh...goyang-goyang bikin pusing dan sedikit mual. Puji Tuhan, Puji Tuhan.. Bisa kembali menginjakkan kaki di tanah itu rasanya luar biasa.

Thursday, 5 April 2018

Resensi Buku: Fakta tentang Membacakan Buku

Membacakan buku cerita sebelum tidur adalah kebiasaan yang sering dilakukan orangtua untuk anaknya. Kegiatan membacakan buku ini berpengaruh postif pada perkembangan kecerdasannya. Terjalin kedekatan yang baik antara anak dan orangtua, selain itu anak juga  mendapatkan banyak informasi dan imajinasinya terasah.

Jim Trelease dalam bukunya The Read–Aload Handbook menyebutkan fakta-fakta menarik tentang manfaat membaca buku bagi perkembangan kecerdasan anak. Pengalaman Jim selama lebih dari 30 tahun yang diungkapkan dalam buku ini bukan omong kosong belaka, tetapi pengalaman pribadinya dan didukung penelitian berbagai ahli.

Jim Trelease adalah seorang ayah yang mempunyai dua orang anak dan bekerja. Jim membacakan buku untuk kedua putranya setiap malam, tanpa tahu pasti apa manfaatnya. “Setiap malam saya membacakan buku untuk putra dan putri saya, tidak tahu akan bermanfaat kognitif maupun emosional dari hal itu. Saya tidak tahu kalau hal ini akan memengaruhi kosakata mereka, rentang perhatian mereka ataupun minat mereka pada buku. Saya membaca karena satu alasan: karena ayah saya membacakan saya buku dan hal itu membuat saya merasa senang, perasaan yang tidak bisa saya lupakan. Saya ingin anak-anak saya juga merasakan hal yang sama (hlm. 20)”

Apa yang dilakukan Jim Trelease dulu, masih banyak dilakukan orangtua pada masa kini. Namun, orang tua masa kini perlu bersyukur karena Jim telah membagikan pengalaman dan penelitiannya dalam buku ini. Buku ini memang tidak ditulis oleh seorang profesor tetapi bisa memberikan banyak sekali informasi untuk orangtua, calon orangtua, dan guru.

Membacakan buku untuk anak bisa dilakukan sejak anak masih di dalam kandungan. Ini bukan mitos. Jim mengutip pernyataan seorang ahli. Psikolog dari University of North Carolina, Anthony DeCasper dan koleganya mengeksplorasi berbagai efek membacakan buku kepada anak in utero (ketika masih di dalam kandungan), mengira kalau jabang bayi mungkin mampu mengenali sesuatu  yang telah mereka dengar ketika masih berada di dalam kandungan (hlm. 68). Hasil penelitian Anthony terbukti, setelah ia meminta 33 wanita hamil membacakan satu paragraf tertentu dari satu cerita anak-anak, anak in utero mampu mengenali bacaan yang diucapkan oleh ibunya.

Fakta lain yang ditunjukkan Jim dalam buku ini adalah bahwa membacakan buku pada anak berkebutuhan khusus memberikan dampak yang positif. Jim memberikan contoh kasus anak berkebutuhan khusus bernama Cushla. Sejak usia 4 bulan orangtuanya membacakan buku cerita untuk Cushla. Sampai dia berusia 3 tahun, para dokter mendiagnosis Cushla sebagai anak yang “terbelakang secara mental dan fisik” dan merekomendasikan dia mendapatkan perlakuan khusus. Orangtuanya, setelah melihat tanggapannya terhadap buku, menolak; sebagai gantinya, mereka membacakan empat belas buku sehari. Di usia 5 tahun, Cushla, menurut para psikolog, sudah memiliki intelektual yang jauh di atas rata-rata dan mampu bersosialisasi dengan baik (hlm 70).

Masih banyak fakta lain yang diungkapkan Jim Trelease tentang keajaiban membacakan buku untuk anak. Selain dilakukan oleh orangtua, membacakan buku juga bisa dilakukan oleh seorang guru untuk murid-murid di kelasnya. Jim Trelease menggarisbawahi bahwa buku  ini bukan tentang membesarkan anak yang cepat dewasa. Buku ini tentang membesarkan anak-anak dengan rasa cinta kepada bacaan, tentang anak-anak yang mau terus membaca jauh setelah mereka lulus sekolah.

Buku ini mampu mengubah konsep pendidikan di Amerika dan Eropa. Bagaimana dengan Indonesia? Mari kita ciptakan agen-agen pembaca buku terbaik yang bisa menguasai dunia karena kecerdasan otak yang cemerlang.



IDENTITAS BUKU
Judul : The Read–Aload Handbook, Membacakan Buku dengan Nyaring, Melejitkan Kecerdasan Anak | Penulis Jim Trelease | Penerbit Noura Books | Cetakan  : Juli 2017 | Tebal 359 halaman | ISBN  978-902-385-276-5

Thursday, 29 March 2018

Quote Paskalina Askalin

Kata bisa memunculkan beragam makna
Kata bisa menjadi nasihat ampuh di kala bimbang
Kata bisa mengubah rasa dan lara

Setiap hari saya selalu berjibaku dengan kata
Rasanya tiada hari yang terlewat tanpa kata
Bukan karena saya editor dan penulis
Kata menjadi tempat curahan hati siapa saja saya rasa
Media sosial misalnya
Tanyakan pada diri kita sendiri
Pernahkan sehari tanpa menulis sesuatu
Tidak unggah di Facebook
Pasti ada unggahan di status Whatsapp
Tidak di whatsapp atau Facebook
Ada unggahan foto di IG dengan caption #NOCAPTION

Bagi saya sendiri
Kata menjadi motivasi saya
Kata mampu mengingatkan saya banyak hal
Kata bisa menasihati diri saya sendiri

Kata-kata dalam textgram ini sebenarnya adalah nasihat untuk diri saya sendiri dan kekuatan untuk diri saya. Jika akhirnya berguna untuk Anda, simpanlah.


(1)  Quote Paskalina Askalin
(2)  Quote Paskalina Askalin
(3)  Quote Paskalina Askalin
(4)  Quote Paskalina Askalin
(5)  Quote Paskalina Askalin

Wednesday, 21 March 2018

Ulasan Buku: Pan Julungwangi karya I Gusti Made Dwi Guna

Kover buku Pan Julungwangi


Kearifan lokal merupakan sebuah tema yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah bacaan. Apalagi nilai-nilai yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. 

Pan Julungwangi adalah tokoh utama dalam cerita ini yang memegang teguh kearifan lokal. Pan Julungwangi seorang bapak dari dua anak, beristri satu, dan pekerjaannya sebagai petani. Pan Julungwangi seorang petani yang santun dan jujur. 

Pada suatu hari Pan Julungwangi mendapati sawahnya kering dan ternyata aliran air yang menuju sawahnya disumbat orang. Pan Julungwangi membersihkan sumbatannya, tetapi esok harinya aliran air disumbat lagi. Namun, justru sumbatan air itu menyelamatkan sawahnya dari longsor. Hujan deras membuat aliran air menjadi deras sehingga membuat sawah yang mendapat aliran air itu tidak dapat derasnya air hingga menjadi longsor. Sawah yang mengalami longsorlah yang menjadi terduga penyumbat aliran air di sawah milik Pan Julungwangi.

Dari peristiwa di atas kita dapat memetik hikmah jika perbuatan curang pada akhirnya akan mendapat balasan yang setimpal dari alam. 

Di lain waktu, Pan Julungwangi membuat lelakut atau orang-orangan sawah yang berfungsi untuk mengusir burung yang hendak makan padi. Dengan penuh kesungguhan hati Pan Julungwangi membuat lelakut itu hingga ketika dipasang menarik perhatian petani lain. Menurut petani lain, lelakut milik Pan Julungwangi mampu mengusir burung dan binatang lain mendekati padi. Karenanya beberapa petani meminjam lelakut milik Pan Julungwangi. Pan Julungwangi tidak kuasa menolak, walaupun dia sendiri membutuhkan lelakut itu untuk sawahnya. Pada akhirnya dipinjamkan juga lelakut itu pada teman-temannya, namun sebelum memberikan lelakutnya, Pan Julungwangi mempersembahkan sesajen di luanan carik.

Wahai Ida Bhatari Sri, peliharalah senantiasa segala yang tumbuh di sawah hamba ini. Terutama keselamatan tanaman padi hamba. Hamba serahkan sepenuhnya kepada-Mu.
Setelah itu Pan Julungwangi meletakkan lagi dua buah canang.
Mohon ampun jika hamba lancang memanjatkan puja ini ke hadapan Ida Sang Hyang Sepuh dan Ida Sang Hyang Pemunah Sakti. Semoga tanaman pada hamba selalu dalam perlindungan-Mu. Segala hasil yang akan hamba dapatkan hamba serahkan sepenuhnya kepada suratan takdir-Mu. 
(Hal 26-27)

Beberapa petani meminjam lelakutnya secara bergantian. Memang benar menurut anggapan mereka, lelakut milik Pan Julungwangi seperti bertuah karena tidak ada burung atau binatang lain yang mengganggu padi.

Mengintip tampilan  isi buku Pan Julungwangi


Lelakut milik Pan Julungwangi telah kembali. Namun, kondisi lelakutnya sudah tak berbentuk lagi. Pan Julungwangi sedih karena hal itu. Namun, temennya berujar, “Jangan sedih Pan Julungwangi, kamu telah membantu banyak orang. Perbaikilah lelakutmu ini agar dapat digunakan pada musim tanam berikutnya.”

Kepasrahan Pan Julungwangi rupanya mendatangkan rejeki untuknya. Tanaman padinya siap di panen pada musim panen tiba. Selain itu, rupanya teman-teman petani yang dipinjami lelakut mengirim hasil panen ke rumah Pan Julungwangi sebagai ucapan terma kasih telah dipinjami lelakut.

Pan Julungwangi adalah potret nilai-nilai kearifan lokal yang masih terjaga. Kejujuran, kepedulian, tidak mementingkan diri sendiri, merupakan nilai yang semestinya terus dilestarikan oleh kita semua, baik yang ditinggal di pedesaan maupun di perkotaan. 

Judul : Pan Julungwangi | Penulis : I Gusti Made Dwi Guna | Tebal: 50 hal
ISBN: 978-602-6976-09-3 | Cetakan: II, Oktober 2016







Tuesday, 20 March 2018

Ulasan Buku: Gadis Kaya yang Sombong dan Cerita-cerita Lain (Enid Blyton)


Kitty adalah seorang gadis cilik yang beruntung. Dia lahir pada keluarga kaya raya. Namun, sayangnya Kitty memiliki sifat sombong. Dia suka sekali pamer.

Ayah dan ibu Kitty sudah sering mengingatkan Kitty untuk tidak bersikap sombong. Kitty tidak hiraukan. Pekerjaannya setiap hari tiada yang lain selain pamer pada temannya.
Suatu hari Kitty benar-benar bersikap keterlaluan. Dia mengundang temannya Janet, gadis miskin teman sekolahnya untuk memamerkan mantel dan baru yang dibelikan ayahnya. 

Sebelum pergi, Ibu Kitty sudah berpesan untuk memakai baju lama saja. Setelah ibunya pergi Kitty berganti baju dan mantel baru serta memakai kalung yang indah. Janet datang dengan pakai bersih namun bertambal.

Selama Janet di rumahnya, Kitty terus saja bersikap sombong dengan memamerkan barang-barang miliknya. Ayah Kitty yang tiba-tiba datang mengetahui perilaku Kitty hingga marah besar.

Ayah Kitty merasa malu memiliki anak yang sombong. Sebagai hukuman, ayah Kitty menyuruh Kitty dan Janet bertukar pakaian. Mantel dan baju baru serta kalung indah milik Kitty boleh dibawa pulang oleh Janet. Janet merasa sangat bahagia, sedangkan Kitty menangis dan menyesali perbuatannya. Ayah Kitty berkata, "Pakaian yang bagus tidak bisa membuat orang menjadi baik."

Yang dialami Kitty memang seharusnya terjadi, supaya dia menjadi jera dan tidak sombong lagi.

Kisah Kitty ini berjudul “Gadis Kaya yang Sombong.” Judul ini juga menjadi judul kumpulan cerita buku ini, "Gadis Kaya yang Sombong dan Cerita-cerita Lain." Karakter Kitty mewakili karakter anak yang ada di sekitar kita. Mungkin ada anak, keponakan, atau tetangga yang seperti Kitty. Anak seperti Kitty itu lama-lama pasti akan ditinggalkan oleh teman mereka. Jadi, sebaiknya segera beri tahu untuk mengubah sifatnya, sebelum menyesal.

Cerita dalam buku ini ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu. Namun, pesan moral yang terselip dalam setiap cerita masih relevan untuk kehidupan pada masa kini. Karakter positif yang menjadi pesan moral dalam setiap cerita yang ada dalam buku ini tidak tergerus oleh zaman dan tidak terpengaruh oleh kecanggihan teknologi. Sungguh sebuah buku kumpulan cerita anak yang patut diwariskan pada generasi selanjutnya.

Buku ini baik dibaca oleh anak-anak, namun perlu juga pendampingan orangtua supaya pesan yang ingin disampaikan dalam cerita bisa dipetik oleh anak. Baik sekali jika anak dan orangtua dapat membaca bersama cerita dalam buku ini, kemudian mendiskusikan pesan moral yang ada dalam cerita yang dibaca.

Bersama buku ini, ada 7 buku kumpulan cerita Enid Blyton lainnya. Buku ini bisa dibaca oleh semua usia, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Pesan moral  yang tersisip dalam setiap cerita juga bisa diteladani oleh semua usia. Bisa dikatakan buku ini buku sepanjang masa dan sepanjang usia.


Judul: Gadis Kaya yang Sombong dan Cerita-cerita Lain
Penulis: Enid Blyton
Penerbit: Gramedia
Cetakan: 16, September 2017

Monday, 19 March 2018

Buku inspirasiku: Aku Terlahir 500 gr dan Buta

Judul Terjemahan : Aku Terlahir 500 gr dan Buta
Penulis : Miyuki Inoue
Penerjemah : Tiwuk Ikhtiari
Cetakan : Kelima, Mei 2007
Tebal : xiv+183
Suatu hari saya naik angkot menuju mes karyawan, tempat saya tinggal. Kebetulan saat itu angkot penuh sesak penumpang. Satu per satu penumpang turun di tujuannya masing-masing. Tinggal saya dan seorang penumpang di pojok yang tersisa, seorang ibu. Ups…saya tercengang. Ternyata penumpang selain saya itu, seorang buta. Saya mendengar dia bicara pada sopir, ”Bang, saya turun di Gang Delima.”
Pikiran saya menjadi melayang. Apa dia tahu kalau sopir itu benar-benar menurunkan dia di tempat tujuannya? Apa dia tahu arah menuju rumahnya? Yang lebih mengherankan saya, dia pergi sendirian saja, kok dia bisa naik angkot ini? Semua pertanyaan itu mengelilingi saya.
Tak bisa kita bayangkan betapa sulitnya hidup tanpa mata. Belum tentu kita mampu bertahan dalam kondisi seperti ibu buta yang saya lihat. Anda ingin mengetahui kisah seorang buta yang patut berbangga meski buta? Anda akan mengetahuinya dengan membaca novel kisah nyata (true story) yang ditulis Miyuki Inoeu. Aku Terlahir 500 gr dan buta, itulah judul novel yang ditulis oleh Miyuki.
Novel ini sungguh luar biasa, bagaimana tidak disebut luar biasa, Miyuki membuat novel kehidupan dirinya sendiri, mulai dari kisah kelahirannya yang menguras air mata sang ibu sampai menjadi kebanggaan karena memenangkan perlombaan mengarang tingkat nasional Jepang ketika duduk di SMP.
Dalam keadaan normal, seorang bayi harus berada di dalam kandungan selama 40 minggu, sedangkan Miyuki berada dalam kandungan ibunya hanya 20 minggu. Oleh karena itu, Miyuki harus berada dalam tabung inkubator selama 4 bulan setelah lahir ke dunia. Selama empat bulan itu tak sekali pun Miyuki kecil merasakan pelukan sang ibu.
Miyuki lahir dengan berat setengah kilogram, seperenam dari berat bayi umumnya. Saking kecilnya hingga Miyuki bisa digenggam. Kepala Miyuki sebesar telur dan jari-jari sekurus tusuk gigi. Keadaan itu membuat Miyuki kecil harus masuk dalam tabung inkubator.
**
Masa-masa sulit Miyuki selama dalam tabung inkubator menguras air mata ibunya. Ibu Miyuki dengan tegar memberi semangat pada Miyuki kecil. Sejak kelahirannya, dokter yang merawat Miyuki menvonis usia Miyuki tidak lebih dari 2 minggu. Tapi dokter bukan Tuhan. Meski sudah divonis tak akan bertahan hidup, Miyuki berhasil melewatinya, sampai akhirnya berada dalam dekapan ibu 4 bulan kemudian setelah dikeluarkan dari tabung inkubator.
Berada dalam tabung inkubator terlalu lama memiliki risiko gangguan kesehatan pada mata bayi. Risiko itu juga harus ditanggung Miyuki kecil. Miyuki kecil tidak sempat melihat dunia tempat dia berada. Miyuki mengalami kebutaan. Tabung inkubator dialiri banyak oksigen. Jika bayi terlalu lama berada dalam tabung inkubator, bayi itu bisa terkena ROP (Retinopathy of Prematurity), yaitu penyakit yang bisa membutakan bayi prematur kalau menghirup terlalu banyak oksigen.
Perjuangan hidup Miyuki semakin berat. Lahir prematur saja sudah membuatnya berbeda dari anak-anak seusianya. Ditambah dengan kebutaannya, Miyuki semakin harus bekerja keras dalam hidupnya.
Yang sangat bermakna dari novel ini adalah lika-liku perjuangan hidup Miyuki sejak dia lahir hingga menginjak remaja. Bukan hanya perjuangan untuk mendobrak kebutaannya, tetapi juga harus terus berjuang dalam kekerasan-kekerasan yang dilakukan ibunya. Bukan kekerasan fisik, melainkan lebih pada kekerasan psikis.
Ibu Miyuki sangat keras dalam mendidik Miyuki. Ibu kebanyakan akan menjaga dengan hati-hati anaknya yang buta, tetapi tidak untuk Ibu Miyuki. Ibu Miyuki akan membiarkan Miyuki merasa sakit karena terjatuh, merasakan benturan keras di kepala, dan masih banyak yang lain. Itulah cara Ibu Miyuki mendidik Miyuki menjadi manusia yang tegar dan mandiri.
Ibu Miyuki ingin anaknya tidak rendah diri meski menjadi seorang yang buta. Pernah suatu kali Miyuki terjatuh dari tangga. Ibu Miyuki bukannya menanyakan keadaan anaknya, tetapi menyalahkan anaknya, ”Salah sendiri.” Hanya itu ucapan ibu lalu pergi meninggalkanku sambil menggumam, ”Berapa kali harus jatuh sampai kamu puas, hah? Kalau kamu jatuh terus, nanti lantainya rusak.” (halaman 43).
Di satu sisi Ibu Miyuki menginginkan anaknya tegar dan mandiri. Di sisi lain dalam diri Miyuki merasa tersiksa karena perlakuan ibunya. Miyuki merasa kesal terhadap perlakuan ibu, tetapi Miyuki tidak bisa jauh dari ibunya. Miyuki sangat memerlukan ibunya.
Lembar demi lembar dalam novel ini dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam diri Miyuki tentang perlakuan-perlakuan kasar ibunya hingga Miyuki menemukan sebuah kesadaran akan kehebatan ibunya ketika membesarkannya. Miyuki dengan jujur mengutarakan perasaannya, baik itu perasaan senang ketika dekat ibu, sedih saat jauh dari ibu, maupun sakit hati pada perlakuan ibunya.
Suatu hari Miyuki ingin merasakan naik sepeda. Ibu Miyuki menyanggupi untuk mengajak Miyuki belajar naik sepeda di lapangan. Ibunya memberi tahu cara naik sepeda.
Miyuki berpikir ingin duduk di belakang saja dan ibunya menolak. Tadinya aku ingin duduk di belakang saja, di boncengan dan ibunya menuntun sepedanya. ”Kalau kamu minta duduk di belakang, kamu tidak bisa naik sepeda selamanya. Kamu harus percaya kalau kamu bisa naik sepeda. Ayo, coba lagi!” (halaman xi).
Setelah diberi tahu ibunya cara naik sepeda, Miyuki harus menaiki sepeda sendiri. Ibu Miyuki hanya duduk di kursi panjang sambil meneriaki Miyuki untuk bangun lagi saat terjatuh. Miyuki sangat kesal karena ibunya tidak menolong sekali pun. Padahal lutut dan tangan Miyuki sudah berdarah-darah dan terasa perih. Sampai empat puluh kali jatuh dari sepeda, akhirnya Miyuki bisa naik sepeda. Rasa sakit yang dialaminya dan kejengkelan pada ibunya tak lagi dirasakannya setelah berhasil naik sepeda dan merasakan embusan angin. Tentunya Miyuki hanya bisa naik sepeda di lapangan. Jika di jalan raya, itu akan membahayakan dirinya. Miyuki tahu bahwa ibunya menangis saat melihatnya belajar sepeda ketika dia menulis cerita tentang dia dan ibunya.
**
Kebutaan tak menghentikan Miyuki untuk merasakan hal-hal yang dialami anak-anak sebayanya. Itulah yang ditanamkan sejak dini oleh Ibu Miyuki. Apa pun yang diinginkan Miyuki selalu didapatkan, tetapi tentunya dengan usaha yang keras. Ibu Miyuki tidak membiasakan Miyuki untuk mendapatkan hal-hal yang instan.
Perjuangan Miyuki dan ibunya membuahkan hasil yang luar biasa. Miyuki berhasil memenangkan lomba mengarang SLB tingkat nasional Jepang. Dalam karangan-karangannya Miyuki menceritakan kisah dirinya, ibu yang selalu keras padanya, tangis dan tawa bersama ibu, dan cerita-cerita mengharukan yang didengar dari ibunya. Melalui karangan-karangan ini pula Miyuki menjadi sadar, bahwa berkat ibunya, Miyuki bisa menjalani kebutaannya. Kecintaan Miyuki pada dunia tulis-menulis ini akhirnya membuahkan novel ini.
Ketika Anda membaca novel ini Anda akan merasa seolah-oleh Miyuki bercerita pada Anda. Tutur bahasa yang sederhana membuat novel ini mudah dipahami. Hal ini tentunya juga didukung oleh sang penerjemah, Tiwuk Ikhtiari.
Novel ini baik dan layak dibaca oleh semua orang, terutama diperdengarkan pada sesama kita yang tidak diberikan mata normal. Pertama, dengan membaca novel ini wawasan Anda tentang ”kebutaan” akan menjadi lebih positif. Memang, ”kebutaan” itu membuat pemiliknya harus berusaha lebih keras dalam mendapatkan sesuatu. Miyuki, satu di antara jutaan orang yang buta, berhasil mendobrak kebutaannya dengan bantuan penuh ibunya.
Oleh karena itu, jangan menjadi lemah karena putri, putra, kakak, adik, atau orang tua Anda yang buta. Akan tetapi, doronglah dia menjadi positif dalam memandang hidup. Ingatlah perjuangan Ibu Miyuki dalam mendidik Miyuki. Dalam didikan ibunya, Miyuki menjadi seorang yang mandiri dan bangga pada dirinya.
Kedua, dalam beberapa hal, bisa jadi Anda, saya, dan Miyuki mempunyai kesamaan. Mendapat perlakuan keras dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Akan tetapi, yakinlah bahwa sebagaimana Miyuki alami, buah-buah rohani akan dirasakan dengan nikmat bila kita sampai pada kesadaran tertentu. Lebih penting lagi, sikap pantang menyerah Miyuki dan kesetiaan sang ibu membesarkan anaknya bisa menjadi inspirasi dan motivasi kita untuk terus berjuang, memperjuangkan apa yang kita inginkan.
(Paskalina Oktavianawati, S.S.)
Catatan: Resensi ini dimuat di Pikiran Rakyat, 20/08/2007

Tulisan ini pernah diposting di blog lama saya www.paskalina.wordpress.com

Saturday, 10 March 2018

Sayembara Badan Bahasa 2018 (Deadline 12 April 2018)


Tahun 2017 telah berlalu dan menggoreskan sesuatu yang luar biasa bagi saya. Begitu banyak cerita yang terjadi di tahun 2017. Salah satunya adalah buku saya terpilih menjadi salah satu pemenang Sayembara Bahan Bacaan Gerakan Literasi Nasional 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa.

Kover buku Jajanan Tradisional Asli Indonesia



Buku Jajanan Tradisional Asli Indonesia kini bisa diperoleh secara gratis dalam bentuk PDF di laman Badan Bahasa. PDF JAJANAN TRADISIONAL


Syukur pada Tuhan, tahun 2018 saya mendapat surat penunjukan langsung dari Badan Bahasa untuk menulis satu bahan bacaan. Itu artinya 10 juta sudah pasti diperoleh. Dan tentunya, saya juga masih ingin ikut berkompetisi mengirimkan buku untuk sayembara 2018. 

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari buku? Ikutlah sayembara penulisan buku


Tahun 2018 Badan Bahasa mengadakan sayembara buku lagi bertajuk Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Baca Tulis. Silakan meluncur ke laman Badan Bahasa untuk informasi lebih detail.


Informasi penting untuk sayembara ini:
- Deadline pengiriman buku 12 April 2018
- Bahan bacaan yang dikirim berbentuk buku (dummy), bukan naskah mentah. 
- Buku yang dikirim ke sayembara sudah dilayout menjadi bentuk buku. 
- Buku yang dikirim juga sebaiknya sudah diedit tata bahasa dan ejaannya.




CARI EDITOR DAN LAYOUTER (PENGATAK), hubungi @solusiediting






Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES .  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi chann...