Monday, 3 December 2018

Yudadi BM Tri Nugraheny, Penulis Cerita Anak yang Produktif

Menulis cerita anak itu sulit nggak sih? Pasti bagi ibu satu anak ini, menulis cerita anak itu semudah menulis catatan harian. Saya katakan demikian karena telah puluhan cerita anak yang dihasilkannya. Hmmm kalau dibukukan jadi berapa buku ya? Eit, jangan malah jadi membayangkan bukunya karena sekarang saya ingin mengulik darinya tip-tip menulis cerita anak untuk media.

Akhir bulan Oktober lalu, setelah pertemuan saya dengannya di Solo, saya mengintip beranda Facebook-nya, wowwww ada dua cerita anak karyanya yang mejeng di media cetak Jawa Tengah. Bagi pembaca surat kabar Jawa Tengah, namanya pasti sudah tak asing lagi, lha cerita anaknya sudah sering sekali dimuat. 

Wednesday, 21 November 2018

Mengenal Lebih Dekat Rumah Baca Anak Nagari Asuhan Bunda Sry


Semangat literasi baca-tulis hanya menjadi ucapan semangat belaka jika tak direalisasikan dengan segera. Anak-anak memiliki keinginan besar untuk mendapatkan cerita-cerita berkualitas dari buku yang dibacanya atau dibacakan oleh orang-orang di sekitarnya. Semangat membaca harus dipraktikkan langsung bersama anak-anak.

Rumah baca adalah tempat yang paling dekat dengan dunia literasi. Di dalam rumah baca anak-anak bisa membaca buku, dibacakan buku, dan mendapatkan pendampingan tentang pentingnya membiasakan membaca buku.

Thursday, 8 November 2018

I Gusti Made Dwi Guna: Mengenalkan Anak pada Buku Sejak Usia Tiga Bulan

I Gusti Made Dwi Guna adalah seorang pengajar di sebuah sekolah di Pulau Dewata, Bali. Selain mengajar, dia juga aktif menulis buku dan mengilustrasi sendiri buku karyanya. Belum lama ini, buku karya Dwi Guna menjadi pemenang sayembara buku yang diadakan oleh Badan Bahasa dalam rangka Gerakan Literasi Nasional 2018.  Bukunya berjudul Beras Tabanan Perjalanan dari Lumpur hingga Dapur. Selain menang sayembara, Badan Bahasa juga memberikan penunjukan langsung padanya untuk menulis satu judul buku.

Tidak hanya itu, Bulan Oktober 2018 lalu, buku Aku Tahu Aneka Binatang: Dari Ayam Hingga Zebra karya Dwi Guna menjadi pemenang kedua kategori nonfiksi Lomba  Penulisan Buku Bacaan Siswa Sekolah Dasar 2018. Dunia literasi sudah melekat dengan keseharian Dwi Guna. Tentunya rasa suka pada dunia literasi ini menjadi penting dikenalkan pada anak sejak dini.

Monday, 5 November 2018

Ira Diana: Pentingnya Membagi Peran Sebagai Ibu Bekerja dan Perhatian untuk Buah Hati


Ira Diana, dikenal sebagai salah satu penulis Indonesia. Ia menulis novel, cerpen, puisi, naskah drama, serta beberapa buku anak untuk Gerakan Literasi Nasional dan PAUD. Perempuan kelahiran Kota Curup, Provinsi Bengkulu ini sangat aktif di berbagai kegiatan penulis dan seni. Ira yang saat ini bekerja di Lembaga Sensor Film RI, harus pandai benar mengatur waktu dan perhatian untuk buah hatinya.

Ira sebagai ibu tunggal untuk putra-putrinya Muhammad Agil Adithya Zalphi dan Naurah Zahirah Zalphi, harus kerja ekstra membagi peran dan waktu sebagai ibu bekerja dan ibu untuk putra-putrinya. Sebagai seorang yang bekerja di Lembaga Negara, waktu dari Senin hingga Jumat, ia berutinitas seperti orang bekerja pada umumnya. Pergi pagi dan pulang hingga sore hari, bahkan jika ada lemburan, otomatis ia sampai di rumah malam hari. Menurutnya, terkadang ketika pulang, anak-anak sudah tidur. Tentu, ini baginya menjadi PR, bagaimana menyiasati agar perhatian dan mendidik anak-anak tetap dapat dilakukan.

Sunday, 4 November 2018

Catatan Paskalina: Bulan November Berbagi Cerita


Tahun 2018 ini banyak berkat melimpah melingkupi hari-hari saya. Sungguh saya mengucap syukur pada Tuhan atas berkat yang luar biasa itu.
Berkat-berkat itu di antaranya diundang ke berbagai kegiatan berskala nasional dan beberapa buku lolos dalam berbagai ajang lomba hingga mendapat penunjukan langsung untuk menulis buku.

Kemarin saya juga mendapat kesempatan mengikut pelatihan menulis buku cerita anak dan kini sedang harap-harap cemas menanti kabar baik, semoga ide cerita saya lolos (Amin semoga lolos). Karena jika ide cerita saya lolos, bukunya akan berkesempatan diterjemahkan ke berbagai bahasa di Asia.

Dalam hal editing, tahun ini pun berkesempatan mengedit buku perguruan tinggi bertema ekonomi dan hukum yang tebalnya luar biasa. Bulan November ini juga mendapat kesempatan bergabung mengedit buku-buku perguruan tinggi dengan sebuah lembaga. Sungguh saya amat bersyukur atas semua kepercayaan yang diberikan pada saya.

Pelatihan Bagi Pelatih (ToT) Tingkat Nasional Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender
Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah, Solo, 18 - 22 April 2018.

Sunday, 28 October 2018

Sensasi Minum Kopi di Ketinggian (Udara)

Ketika sang pamugari udara mengumumkan boleh memesan minuman atau makanan, saya langsung melihat katalog. Pikir saya, mungkin ada minuman yang bisa menemani saya dalam penerbangan Solo - Jakarta.

Dalam katalog saya melihat ada kopi hitam yang biasa saya minum. Saya langsung pesan kopi hitam itu. Hmmmm aroma semerbak kopi harum membahana. Sensasi luar biasa minum kopi hitam di atas pesawat yang sedang mengudara. Minum kopi hitam memang biasa. Menjadi tidak biasa karena diminum ketika sedang mengudara bersama pesawat yang membawa saya dari Solo ke Jakarta. Puji Tuhan.

Kembali saya bersyukur, hari ini bisa kembali ke Jakarta dengan menumpang pesawat berekor warna hijau. Semua acara yang di Hotel Lor In Solo, mulai hari Selasa 23 Oktober - 26 Oktober 2018 telah berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun ada sedikit sesal buat saya dan teman-teman lain tentang hasil yang kami peroleh, saya berharap karya buku saya dan teman-teman bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung belajar anak Indonesia dan mendukung gerakan literasi nasional. Amin.

Kopi hitam di pesawat sungguh saya dinikmati dengan sungguh, nikmat rasanya. Harga yang dibayar memang berkali-kali lipat dari yang biasa dibeli di rumah, namun tidaklah jadi masalah. Entah kapan bisa menikmati kopi hitam di atas ketinggian ketika pesawat.

Akhirnya perjalanan bersama pesawat berlogo hijau ini berakhir. Sang pilot sudah mengumumkan jika pesawat akan segera mendarat di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Kopi hitam sudah saya habiskan, hanya tersisa ampasnya saja. Rasa nikmat secangkir kopi hitam mahal masih terasa. Awan putih bergulung tak lagi kelihatan, pesawat telah mendarat dengan sempurna. Puji Tuhan.

Tulisan ini saya tulis ketika di dalam pesawat rute Solo - Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018, antara pukul 11.30 - 12.30 WIB.

Tuesday, 23 October 2018

Karena Menulis Saya Bisa Naik Pesawat

Hari ini saya harus bersyukur,  bersyukur, dan bersyukur. Kenapa? Karena saya bisa naik pesawat. Kalau saya hanya menjadi editor, sepertinya tak mungkin bisa naik pesawat. Karena menulislah saya bisa naik pesawat. Puji Tuhan.

Untuk kedua kalinya saya pergi ke Solo dengan naik pesawat. Bukan karena punya duit, bukan karena mau jalan-jalan, tetapi karena SAYA PENULIS. Karena menjadi penulis bisa naik pesawat, gratis pula. Mudah-mudahan lain waktu karena jadi penulis, saya bisa pergi ke luar negeri, mudah-mudahan, amin.

Meski sudah kali kedua, bagi saya naik pesawat itu masih bikin deg-degan, perut tiba-tiba mules, dan kepala pusing. Semua rasa itu bercampur jadi satu dengan rasa senang, jadi rasa tak enak memudar secara perlahan.

Hari ini ketika berangkat dari rumah, beranggapan mungkin saya pergi sendiri dari Bandara Halim menuju ke Solo, tidak ada teman penulis yang setujuan. Eh ternyata ada juga teman penulis dan ilustrator yang berangkat dari Bandara Halim dengan pesawat dan jam yang sama, Puji Tuhan. Jadinya tidak bengong sendiri seperti orang hilang, hahaha.

Tulisan ini saya tulis ketika dalam pesawat di atas ketinggian.

Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES .  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi chann...