Sunday, 30 October 2022

Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES.  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi channelku.
Hari ini, Sabtu, 29 Oktober 2022, aku mau membuat konten tentang bus. Aku ingin me-review satu bus seperti yang ada di channel Youtube para Bismania. 
Tidak jauh dari rumahku ada garasi atau pool bus pariwisata. Aku ingin me-review salah satu bus di garasi itu. 
Aku pergi ke pool bus diantar oleh ayah. Kami pergi sekitar pukul 16.30 wib.
Nama poolnya adalah Bus Pariwisata Red White Star Ciputat yang beralamat di 
Jl. Raya Parung - Ciputat No.16, Pamulang Tim., Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417. Aku bersemangat sekali ingin melihat bus dari dekat.
Ah, tapi aku tidak beruntung sore ini. 😔
Kedatanganku dan ayah ditolak oleh satpam. Kami tidak diperbolehkan masuk karena tidak mempunyai izin. Aku sungguh kecewa sebenarnya.
Akhirnya aku dan Ayah pulang tanpa mendapatkan konten apa-apa. 
Sampai di rumah aku tidak bisa menutupi kekesalanku. Wajahku cemberut sekali karena kecewa.
Melihat wajahku yang masih cemberut, Ayah menawarkan untuk membeli martabak blackforest kesukaanku. Tentu saja aku mau. 
Setelah makan martabak blackforest, cemberut langsung hilang hahahaha. Semoga besok bisa pergi ke garasi bus lainnya untuk membuat konten.

Depok, 29 Oktober 2022

Saturday, 20 August 2022

Cerita Bunda: Ritme Tidur Anak Batita, Bunda yang Mengatur

Setiap keluarga dalam hal ini orangtua mempunyai cara masing-masing untuk mendidik anak-anak mereka. Misalnya saja dalam hal tidur. Ada orangtua yang membebaskan jam tidur anaknya. Mereka tidak mengatur jam berapa anaknya tidur siang, jam berapa anaknya tidur malam. Semua menyesuaikan keadaan. Ada juga orangtua sudah mempunyai aturan pasti dan harus dipatuhi anak. Misalnya harus tidur siang jam 1 siang, tidur malam jam 8 malam.
Kita tidak bisa berkata, orang tua ini benar caranya atau orangtua yang satunya ini tidak benar. 

SETIAP ORANG TUA PUNYA CARANYA MASING-MASING UNTUK MENDIDIK ANAKNYA DALAM HAL PEMBIASAAN

Sebagai orang tua dari 2 anak lanang yang berusia 7 tahun dan 2,5 tahun, ritme tidur atau waktu tidur itu harus diatur. Terutama, anak saya yang berusia 2,5 tahun. Anak usia di bawah tiga tahun sudah pasti tidak bisa mengatur waktu tidurnya. 
Anak-anak bisa melakukan aktivitas bermain hingga berjam-jam sehingga melupakan rasa kantuknya.  
Orangtua lah yang membantu anak mengatur jam tidur sehingga akan sebuah ritme yang teratur setiap hari. 
Siang ini anak saya yang berusia 2,5 tahun, tidur siang pukul 11.00 WIB. Biasanya dia akan tidur hingga 2 jam. 
Saat jam 11.00 WIB dia sudah tampak mengantuk dan cenderung marah-marah. Saya menandai itu sebagai waktu tidurnya. Dan, tidurlah dia. 
Saat dia tertidur, saya bisa melakukan aktivitas domestik di rumah dan mengerjakan pekerjaan yang tertunda. Oleh karena itu, penting  bagi saya mengatur ritme tidur anak saya. Tidak perlu membuat aturan yang 'saklek' tidak bisa diubah, karena setiap hari tidak selalu sama. Hari ini tidur siang pukul 11.00, besok mungkin tidur siang pukul 13.00. Yang penting tetap dalam kendali.
Jika Bunda dan Ayah mau informasi lebih rinci tentang kebutuhan tidur, berikut ini saya saya kutipkan informasi dari P2PTM Kemenkes RI. 

KEBUTUHAN TIDUR SESUAI USIA

Usia 0-1 Bulan
Bayi yang usianya baru mencapai 2 bulan, umumnya membutuhkan tidur 14-18 jam setiap hari.

Usia 1- 18 Bulan
Pada usia ini, bayi membutuhkan waktu tidur 12-14 jam setiap hari termasuk tidur siang. Tidur cukup akan membuat tubuh dan otak bayi berkembang baik dan normal.

Usia 3-6 Tahun
Kebutuhan tidur yang sehat di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur 11-13 jam, termasuk tidur siang. Menurut penelitian, anak usia di bawah enam tahun yang kurang tidur, akan cenderung obesitas di kemudian hari.

Usia 6-12 tahun
Anak usia ini membutuhkan waktu tidur 10 jam. Menurut penelitian, anak yang tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, dapat menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memiliki masalah pada perilaku di sekolah 

Usia 12-18 tahun
Menjelang remaja, kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam. Studi menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur, lebih rentan terkena depresi, tidak fokus dan punya nilai sekolah yang buruk 

Usia 18-40 tahun 
Orang Dewasa membutuhkan waktu tidur 7 - 8 jam setiap hari. Para dokter menyarankan bagi mereka yang ingin hidup sehat untuk menerapkan aturan ini pada kehidupannya. 

Lansia
Kebutuhan tidur terus menurun, cukup 7 jam per hari. Demikian juga jika telah mencapai lansia yaitu 60 tahun ke atas, kebutuhan tidur cukup 6 jam per hari
 
Sumber tulisan: 
(1) Pengalaman pribadi
(2) http://p2ptm.kemkes.go.id/


#ibudirumah #ibubelajar #waktutidur #ritmetidur

Thursday, 18 August 2022

Cerita Kakak Kenan: Dua Cara Merayakan HUT RI ke-77

Kemarin semua masyarakat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77. Ada dua cara merayakan HUT  RI ke-77, yaitu mengikuti upacara bendera dan lomba 17 Agustusan. 

Aku melakukan keduanya. Kemarin aku mengikuti lomba 17 agustus-an di perumahan tempat tinggalku. Ada banyak Perlombaan yang diadakan oleh panitia lomba. Ada Perlombaan yang diikuti oleh ibu-ibu bapak-bapak dan anak-anak.
Aku masuk kelas Zoom, mengikuti upacara bendera di Istana Negara.

Aku hanya bisa mengikuti dua perlombaan. Karena harus masuk kelas zoom dari sekolahku untuk mengikuti siaran langsung upacara 17 Agustus dari Istana Negara.
Sebelum masuk kelas Zoom aku ikut lomba makan kerupuk.  
Lomba makan kerupuk.

Aku tidak menang dalam lomba makan kerupuk. Aku kurang suka makan kerupuk.🤪 Selesai lomba makan kerupuk, aku masuk kelas Zoom.
Pukul 11.00 wib, kelas Zoom selesai. Aku lalu mengikuti lomba tusuk balon air. Dalam lomba ini aku juga tidak menang.
Oh iya, panitia lomba di kompleks perumahanku juga mengadakan lomba menghias sepeda. Aku ikut lomba menghias sepeda. 
Dengan bantuan Bunda dan Ayahku, aku berhasil menghias sepedaku dengan tema si Gani 17an. Fotoku dan sepeda hiasku diunggah ke Instagram. Juri lomba akan melihat fotonya di Instagram-ku. Kalau mau follow Instagram-ku, namanya @kenanstories.

Fotoku dan sepeda hiasku

Hari ini (18 Agustus) aku tidak sekolah offline, masih mengikuti sekolah online melalui Zoom. Walaupun hanya via Zoom, sekolah juga mengadakan lomba-lomba dalam rangka merayakan HUT RI ke-77. Ada dua lomba, yaitu lomba cerdas cermat dan lomba cepat-cepatan pakai baju.
Aku sedang mendengarkan lagu "Indonesia Raya" sambil hormat.

Selain itu, di sekolah juga ada lomba mewarnai gambar tema 17an. Aku ikut lomba mewarnai di sekolah. 
Aku sedang mewarnai.
Ini sedikit ceritaku tentang perayaan HUT RI ke-77. Bagaimana dengan teman-teman, apakah punya cerita juga? Ayo ceritakan di Instagram-mu dan jangan lupa  tag aku @kenanstoris.
SELAMAT MERAYAKAN HUT RI ke-77🇲🇨🇲🇨

Monday, 15 August 2022

Buku Bunda: Buku Persiapan Masuk SD, 250 Soal Jadi Anak SD

250 Soal Jadi Anak SD
Penulis: Paskalina Askalin
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2022
ISBN: 9786230034367
Dimensi: 21x28 cm l Softcover 
Tebal: 96 hlm l Fullcolour 
Harga: 120.000
Berat: 250 gram
Terbit: 20 Juli 2022
Sinopsis
250 Soal Jadi Anak SD berisi soal yang akan menyiapkan dan memantapkan anak ketika di SD sekaligus meningkatkan kemampuan literasi. Soal latihan terbagi dalam 2 bagian; 250 soal baca, tulis, hitung dan 125 soal literasi numerasi dan bahasa. Sebanyak 125 soal literasi numerasi dan bahasa khusus dibuat untuk melatih dan meningkatkan daya nalar serta melibatkan kemampuan literasi anak. Buku ini bisa dijadikan acuan/panduan pembelajaran guru di sekolah dan orangtua di rumah. Dengan soal yang lengkap, variatif, gambar berwarna, buku ini cocok sekali untuk anak kelas TK B sampai kelas 2.

Kenapa buku 250 Soal Jadi Anak SD harus dimiliki? Karena buku  250 Soal Jadi Anak SD mempunyai keunggulan berikut: 👇👍

🟥 Dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD tidak hanya ada 250 soal, lho, melainkan ada 375 soal (250 soal + 125 soal). 
🟥 Bentuk soal dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD bervariasi sehingga dapat melatih anak siap menghadapi variasi soal yang dihadapi di SD.
🟥 Buku 250 Soal Jadi Anak SD dapat digunakan oleh anak kelas TK B hingga kelas 2 SD.
🟥 Buku 250 Soal Jadi Anak SD disajikan berwarna sehingga menarik perhatian minat anak untuk belajar bersama buku ini


#250SoalJadiAnakSD #bukuaktivitas #latihasoal #paskalinaaskalin #bukubaru #bukuanaktk #siapmasuksd #anaksiapmasuksd #akuanaksd #siapbelajar #merdekabelajar #akusiapjadianaksd 

Tuesday, 5 October 2021

Cerita Pagi: Bersyukurlah Atas Apa yang Kita Miliki

#ceritapagi #ibudirumah #kisahibu
#ceritapaskalina

Di pagi yang sibuk, saya menulis status di WA seperti ini: INGIN SENORMAL ORANG LAIN🤔. 
Saya manusia biasa, punya rasa penat dan bosan dengan rutinitas pagi yang tiada henti. Saya manusia biasa, punya mimpi, angan, dan keinginan.

Mimpinya, bangun tidur, nyeduh kopi, buka laptop, lalu melanjutkan tulisan yang tertunda semalam. Hahaha #mimpipenulis #abaikan

Setelah saya menulis itu kemudian saya berpikir, "Hidup senormal orang lain itu seperti apa?" Saya sendiri jadi bingung, bertanya-tanya sendiri, hihihi😁

Pagi hari yang saya lalui mungkin tidak senormal orang lain, tapi bisa jadi justru pagi seperti saya didambakan orang lain, mungkin.
Kemudian saya membayangkan jika saya bukan ibu di rumah, saya mesti bekerja di kantor, berangkat pagi saat dua bola belum bangun. Pak Suami juga pergi kerja pagi dan pulang pada sore hari. Hmmm... Rasanya saya tidak rela membiarkan dua bola saya diurus oleh orang lain. Jadi pada akhirnya, saya benar-benar BERSYUKUR ATAS APA YANG SAYA MILIKI SEKARANG. 
Seperti apa pun pagi yang Anda lakukan setiap hari sebagai ibu di rumah ataupun ibu pekerja kantoran,  nikmati dan syukuri. Apa yang Anda miliki sekarang mungkin didambakan orang lain, BERSYUKURLAH.

Saya tak perlu lagi berangan-angan tentang hidup orang lain yang tampak "normal" atau "sempurna". Karena apa yang saya lihat, mungkin tidak terlihat seperti apa yang dilihat. Bisa jadi hidup mereka sebagai ibu di rumah atau ibu pekerja tidak sebaik kelihatannya. BERSYUKUR DENGAN APA YANG SAYA MILIKI. Itu saja yang perlu dilakukan.

Apa Anda termasuk orang yang mendambakan hidup normal seperti orang lain? Pikirkan lagi, lihat sekeliling! Tulislah apapun yang patut Anda syukuri! Maka, semuanya akan berubah. Silakan dicoba.

Saturday, 31 July 2021

Masak Semur Tahu Terung ala Bunda Dua Bola

Semur.. siapa yang tak pernah mencobanya. Sebenarnya semur favorit saya adalah semur jengkol🤭, tapi yang paling sering dimasak adalah semur tahu, semur terung, dan semur ayam. Kapan-kapan mungkin saya bagikan juga cara saya memasak semur jengkol.

Kemarin tuh saya sempat mencoba masak semur dengan bumbu instan. Hmmm lumayan enak sih, tapi terlalu asin buat saya yang cenderung suka yang manis-manis. Sudahlah, lebih enak dan lebih baik serta lebih sehat memasak semur dengan bumbu asli.
Ini bukti saya memasak dengan bumbu instan.


Hari ini masak apa? Ada tahu, ada tempe, ada ayam, ada terung... Cring cring cring akhirnya terpikir memasak semur tahu dan terung.  Langsung deh saya cari-cari resep semur di internet. Meskipun sudah berulang kali masak semur, selalu saya cek lagi bumbu semur itu apa aja. Tapi, biasanya setelah memilih salah satu resep, saya akan tambah bumbu lain  sesuai hati saya.

Seperti yang saya katakan di atas, akhirnya saya memilih membuat semur tahu dan terung. Kenapa tidak pilih ayam? Saya sudah punya rencana memasak soto ayam besok😀

Bahannya: 
- tahu 
- terung

Bumbunya:
-bawang merah
- bawang putih
- pala
- kemiri goreng
- tomat
- kecap
- daun salam
- sereh
- bawang daun/daun bawang
- gula merah
- garam

Seharusnya pakai merica atau cabai merah, karena ada lansia yang tidak bisa makan pedas merica atau cabai tidak saya gunakan. Semur yang saya masak juga tidak pakai penyedap rasa.

Mulai memasak, pertama-tama goreng tahu dan terung. Kemudian, haluskan bawang merah, bawang putih, pala, kemiri, dan tomat. Tangan saya tidak bisa mengulek dengan sempurna, urusan menghaluskan bumbu saya serahkan pada blender🤭.
Selanjutnya, tumis bumbu halus, masukkan juga daun salam, sereh yang sudah dimemarkan, kecap, gula merah, dan garam. Setelah aromanya keluar, tambahkan air secukupnya (sesuai selera), lalu masukkan tahu dan terung yang sudah digoreng. Masak hingga bumbu meresap. Lalu taburkan irisan bawang daun dan aduk merata. Kemudian diicip-icip, dan semur tahu terung siap dihidangkan bersama taburan bawang goreng.

Sayangnya, resep saya ini masih menggunakan ukuran hati dan perasaan. Bisa dikatakan memasak dengan hati aja. Takaran bumbu yang digunakan sesuai takaran hati dan perasaan. Resep semur ini tidak mengikuti panduan resep di internet. Saya menjadikan informasi dari internet sebagai pertimbangan, pada akhirnya saya tambah atau kurangi bumbunya sesuai kebutuhan saya.
Bagaimana dengan Anda, para ibu di rumah, suka memasak dengan hati atau ikuti arahan resep? Apapun pilihan ibu di rumah, pastikan semua anggota keluarga bisa menikmati apa yang dihidangkan. Percuma kan kalau ibu sudah memasak, pak pik pek di dapur, hasilnya tidak dimakan.
Ayo, masak-masak dengan hati bahagia hingga rasanya menjadi luar biasa!

#bundaduabola #masak-masak #ibudirumah #dirumahsaja



Friday, 30 July 2021

Masak Lodeh Praktis ala Bunda Dua Bola

PPKM level 4 apa kabar? Bagi saya pribadi tidak berpengaruh banyak. Sebelum pandemi terjadi saya di rumah saja, setelah pandemi terjadi saya di rumah saja, setelah PPKM level 4 pun saya di rumah saja😀
Semoga pandemi segera berlalu dan kehidupan normal lama kembali terjadi. Amin Amin Amin🙏

Aktivitas yang selalu terjadi di rumah setiap hari dan tidak pernah berhenti adalah memasak. Sekalipun pada saat-saat tertentu membeli makan via online, urusan memasak tetap dilakukan.
Setiap pagi hingga jam 12 siang, saya berkutat di dapur. Ssssstt, sebenarnya memasak bukan hobi saya, tetapi kini saya harus menjadikan memasak menjadi hobi dan menyenangkan hati.

Bagi saya, memasak setiap hari sama dengan menulis setiap hari. Di masa pandemi seperti saat ini, saya tak ingin melewatkan peristiwa tanpa sebuah tulisan. Untuk menghalau kebosanan dan tetap menjaga kewarasan, saya mengabadikan apa yang saya masak dalam foto, yang nantinya tentu harus menjadi tulisan yang utuh.
Nah, akhirnya tulisan itu bisa saya unggah hari ini, tentang sayur lodeh.

Sayur lodeh adalah sayur favorit banyak orang. Ada banyak olahan sayur lodeh. Tiap daerah di Nusantara punya resep sayur lodeh masing-masing. Terus sayur lodeh apa yang Bunda Dua Bola masak?
Ini sayur lodeh praktis cepat dan tidak pakai ribet. Bahan yang dipakai seadanya di kulkas.

Bahan yang dipakai ada kacang panjang, labu, buncis, dan santan kara. Lalu bumbu yang dihaluskan bawang merah, bawang putih, tomat, kemiri, dan ketumbar. Bumbu lainnya yang diiris/dimemarkan adalah  cabe merah, rawit hijau, tomat, laos, daun jeruk, dan daun salam. Tentu saja dengan tambahan gula dan garam.

Cara memasaknya mudah saja.
Pertama-tama haluskan bumbu yang sudah disiapkan, bisa pakai blender atau diulek. Saya biasa pakai blender, kelamaan kalau diulek. 
Kemudian tumis bumbu halus bersama minyak goreng secukupnya. 
Kemudian masukkan juga bumbu irisan dan pelengkap lainnya, tumis hingga harum. Kemudian matikan kompor.
Sebelum menumis bumbu, saya merebus sayuran setengah matang. Kenapa harus direbus? Supaya proses pematangan sayur lodeh lebih cepat. 
Setelah rebusan sayur siap, nyalakan kembali kompor dan masukkan sayur pada bumbu yang sudah matang, aduk hingga bumbu merata. Kemudian tambahkan air secukupnya.
Banyaknya air yang dituangkan  sesuai selera, sedikit air jika ingin santan lebih kental.
Selanjutnya masukan santan kara, gula , dan garam. Masak lagi hingga kuah mendidih. Lalu, icip-icip dan jadilah sayur lodeh ala Bunda Dua Bola.
Jadilah sayur lodeh ala-ala Bunda Dua Bola.

Wednesday, 28 July 2021

Bosan di Rumah, Bun? Coba Aktivitas ini, Anak Pasti Suka

Pandemi belum berakhir, semua orang harus di rumah. Bunda pasti sudah amat bosan berada di rumah. Tapi Bun, buah hati Bunda yang masih usia di bawah 5 tahun juga pasti sudah bosan di rumah saja. 

Anak-anak biasanya mengekspresikan kebosanannya dengan perilaku aneh-aneh, yang Bunda pikir itu adalah kenakalan anak-anak. Atau kebosanan anak-anak bisa juga menjadi lebih banyak bermain dengan gawai.

Bunda tidak ingin, dong, melihat buah hati Bunda kecanduan gawai atau jadi kelihatan nakal. Oleh karena itu, Bunda harus memberikan ide permainan untuk buah hati Bunda. Salah satu permainan itu adalah bermain cat.

Bermain cat. Apa bermain cat? Pasti Bunda pikir-pikir dulu deh untuk mengajak anak bermain dengan cat. Cat bisa membuat kotor lantai dan baju anak. Belum lagi jadi berantakan karena alat-alat lukis dan cat yang berceceran di mana-mana. 



Bunda, maksudnya bukan untuk menjadikan cat sebagai mainan. Yang dimaksud bermain cat adalah mengajak anak beraktivitas di rumah dengan menggunakan cat air. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, Bunda bisa pilih salah satu.

Berikut ini varian aktivitas bersama cat:

- melukis di atas kanvas (kanvas asli atau kanvas stereofoam), 

- melukis di atas kertas, karton, atau kardus bekas, 

- melukis di atas kaos, 

- melukis kaleng bekas,

- melukis gerabah,

- mewarnai gambar,

- membuat cap tangan/jari,

- dan sebagainya.



Sebelum merencanakan aktivitas bersama cat, Bunda harus membuat persiapan-persiapan dan kesepakatan dengan anak. Misalnya, Bunda akan mengajak anak mewarnai gambar dari kanvas stereofoam. Bunda pilih tempat beraktivitas yang jauh dari barang-barang furniture yang kemungkinan bisa kotor karena cat. Bunda bisa pilih tempat di teras rumah dan beri alas koran bekas. Kemudian ajak anak mempersiapkan peralatannya.


Beli kanvas stereofoam

Beli cat air ramah anak


Kemudian Bunda memberikan sedikit instruksi aturan, seperti meminta anak tidak berpindah dari area mewarnai (koran bekas yang dijadikan alas), meminta anak tidak mencoretkan cat selain pada kanvas, dan meminta anak untuk membereskan peralatan cat setelah selesai mewarnai atau melukis.

Tapi Bunda, akan lebih baik jika Bunda atau Ayah terlibat mewarnai atau melukis bersama anak. Anak pasti akan lebih senang jika ditemani. Jika tidak memungkinkan, Bunda atau ayah tetap harus melakukan pengawasan.



Namanya anak-anak, sudah diberikan aturan ini dan itu, tetap saja hasilnya tak sesuai. Cat air bisa berceceran melewati area koran bekas, baju terkena cat, tangan pun belepotan cat. Bunda jangan marah dulu jika apa yang Bunda atur dan rencana kacau karena aktivitas bermain dengan cat ini memiliki banyak manfaat, lho, Bun.

Manfaat bermain dengan cat air, di antaranya:

  1. Sambil bermain cat, anak belajar warna.
  2. Melukis atau corat-coret menjadi media ekspresi anak. Melalui coretan, tanpa disadari oleh anak, mereka menumpahkan emosinya.
  3. Melukis atau corat-coret merangsang imajinasi dan kreativitas.
  4. Jika dilakukan bersama orangtua, dapat menumbuhkan kedekatan antara anak dan orangtua.
  5. Bagi anak berkebutuhan khusus, melukis dapat menjadi salah satu media terapi.



Selain bermain dengan cat air, Bunda bisa ajak anak melakukan aktivitas berikut ini saat berada di rumah.

·        Membaca buku (dibacakan atau membaca bersama atau estafet baca)

·        Bermain peran

·        Bermain dengan mainan yang dimiliki

·        Bermain lumpur/tanah/pasir

·        Bermain bola

·        Berkebun




Bagaimana Bun? Bunda pilih beraktivitas apa dengan buah hati Bunda?

Wednesday, 29 July 2020

Belajar di Rumah: Salah Bukan Berarti Tidak Benar

Hari ini adalah hari ketiga, Kakak Kenan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring atau  belajar di rumah. Ah ada banyak istilah muncul, PJJ, BDR, lalu apa lagi tuh ☺️.
Kemarin sebenarnya Kakak Kenan agak kecewa karena tidak ada sapa online dengan guru dan teman-temannya. Hari ini ketika ada sapa online dari Bu Gurunya, Kakak Kenan malah kurang bersemangat. Walaupun mengikuti semua instruksi gurunya dengan baik, semangatnya masih kurang. Alhasil, mengerjakan tugas pun harus dioprak-oprak hingga Bunda mengomel 😝 dan akhirnya dikerjakan.

Ada dua lembar kerja yang harus dikerjakan oleh Kakak Kenan hari ini. Pertama tugas mewarnai, Kakak Kenan memang tidak begitu tertarik aktivitas mewarnai sehingga sampai sekarang masih acak kadul hasil mewarnainya, tidak rapi. Kedua, tugas menulis angka 1 sampai dengan 10 sebanyak 3 kali secara  berurutan.

Saya sudah meminta pada Kakak Kenan untuk menyalin angka 1 sampai dengan 10 seperti pada contoh. Tapi yang terjadi Kakak Kenan menyelesaikan dengan caranya sendiri. Hasilnya tidak salah, tetapi tidak sama dengan yang lain.

Lembar tugas yang diberikan oleh gurunya seperti ini.

Kakak Kenan menyelesaikan tugasnya seperti ini.
Teman-temannya mengerjakan seperti ini.
Kakak Kenan mengerjakan tugasnya dengan cara yang berbeda, bisa dibilang hasilnya jadi salah, karena tidak sesuai yang diminta. Kakak Kenan tidak mengerjakan seperti teman-temannya lakukan.
Tetapi jika tujuan dari tugas yang dikerjakan kakak Kenan adalah mengenal angka 1-10, bisa menulis angka 1-10, bisa menyebutkan secara benar angka 1-10, Kakak Kenan sudah berhasil mencapai tujuan itu. Walaupun Kakak Kenan menggunakan cara yang berbeda.

Jika ditelusuri teorinya, apa yang dilakukan Kakak Kenan adalah cara berpikir lateral. Cara berpikir lateral terkesan cara menyimpang, padahal sebenarnya adalah cara menyamping.

Menurut Edward de Bono, dalam  bukunya Berpikir Lateral, berpikir lateral adalah cara berpikir yang berusaha mencari solusi untuk masalah terselesaikan melalui metode yang tidak umum, atau sebuah cara yang biasanya akan diabaikan oleh pemikiran logis. 
Kebalikan dari berpikir lateral adalah berpikir vertikal. Berpikir vertikal adalah cara berpikir yang tradisional atau logis. Bisa dikatakan cara berpikir vertikal itu cara berpikir orang pada umumnya, yang wajar, dan pasti tak dipandang berbeda atau salah.

Kakak Kenan kelihatan  berbeda dari kebanyakan anak-anak. Lebih aktif, ingin mengerjakan semua hal yang dilakukan orangtua, dan tidak bisa diam. 

Kakak Kenan suka melakukan ide kreatif yang tidak dilakukan anak lain. Sedikit saja saya memberikan pancingan kegiatan, imajinasi dan kreativitas yang terbangun dengan sempurna.

Jika ditelusuri lagi, saya jadi ingat tentang OUT OF THE BOX. Pemikiran yang tidak biasa, unik, dan berbeda, jika dilakukan dengan tanggung jawab dan tidak merugikan orang lain, akan menghasilkan kesuksesan yang maksimal.

Kini yang saya lakukan mencoba bersabar menghadapi ulah-ulah kreatif Kakak Kenan, dan berpikir ulang untuk mengatakan salah tentang apa yang dilakukan Kakak Kenan. Salah Bukan Berarti Tidak Benar.

Monday, 13 July 2020

Belajar di Rumah: Memulai Tahun Ajaran Baru di Rumah

Hari ini 13 Juli 2020, hampir semua sekolah memulai hari pertama tahun ajaran 2020/2021.  Sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana saat hari pertama masuk sekolah orangtua diperbolehkan terlambat masuk kerja untuk mengantar anak ke sekolah, saat ini orangtua cukup mengantar anak hingga di depan laptop atau telepon pintar untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sungguh terlalu, pandemi Covid-19 mengubah segalanya.
Hari pertama masuk sekolah diawali dengan berbagai cara, sesuai kebutuhan sekolah masing-masing. Anak saya, tahun ini naik ke TK B, hari ini orangtua diundang ke sekolah untuk sosialisasi tentang pelaksanaan PJJ. 
Dari penjelasan yang disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah tentang PJJ di sekolah Kakak Kenan, seperti akan berlangsung baik, guru-guru akan berusaha memberikan pembelajaran sebaik mungkin. Semoga Kakak Kenan bisa mengikuti PJJ dengan baik dan bersemangat.
Setelah di akhir tahun ajaran kemarin, terjadi proses wisuda yang mengharu biru karena dilakukan secara virtual, tahun ajaran baru pun akhirnya akan berlangsung secara daring. Tidak ada yang menyangka pandemi Covid-19 mengubah segala sesuatu dengan sangat luar biasa. 
Baju baru di tahun ajaran mungkin ada tetapi hanya dipakai di rumah saja, tas baru, sepatu baru, mungkin tidak dibeli. Kalaupun dibeli hanya dipakai di rumah saja. 
Bisnis saya berjualan tas ransel atau tas sekolah pun turut surut bahkan nyaris tidak ada pembeli. Tas ransel polos 21 warna selalu tersedia, bisa pesan satuan atau grosir atau custom. Sungguh, pandemi Covid-19 meluluhlantahkan semuanya.🙄

Peran Ibu di Rumah
Kembali ke soal belajar di rumah, ada beberapa peran orang atau sosok yang amat berperan penting dalam proses PJJ atau belajar daring. Siapakah mereka?
Pertama, guru yang menjadi panutan dan leader bagi anak-anak. Peran guru dalam PJJ menjadi percuma di saat orangtua (ibu, ayah, keduanya atau salah satunya) tidak mendukung. Kedua, orangtua menjadi sosok penting dalam keberhasilan PJJ. Ketika orangtua harus bekerja, orangtua harus mendelegasikan perannya ke orang lain, misalnya pada neneknya, pada pengasuh, atau pada keluarga lain, orangtua harus memantau terus kegiatan anak selama belajar daring. Ketiga, anak itu sendiri. Anak yang akan mengikuti belajar daring harus dalam pengawasan orangtua atau pendamping. 
Saat ketiga sosok ini bisa bekerja sama dengan baik, proses belajar daring atau PJJ pasti bisa berjalan lancar.
Saya menggarisbawahi peran ibu di rumah saat PJJ adalah yang paling berat. Kenapa? Peran ini baru terlihat saat pandemi Covid-19, peran ibu mendampingi anak belajar daring di rumah. Untuk ibu di rumah seperti saya, mendampingi anak belajar daring menjadi tambahan tanggung jawab yang tidak bisa ditolak. Walau pun nanti saya harus bekerja di luar rumah, tanggung jawab ini tetap saya emban tidak bisa lepas. Bahkan, saat belajar daring atau PJJ telah usai, peran ibu di rumah menemani anak belajar akan tetap ada.
Hai ibu-ibu di rumah atau ibu-ibu pekerja, semangat terus ya, untuk mendampingi anak belajar daring atau PJJ. Kesuksesan belajar anak-anak di tahun ajaran  baru ini paling besar ada di tangan ibu-ibu semua. Semangat💪

Monday, 22 June 2020

Bebaskan Anak untuk Corat-coret Warna


"Aduh kotor, pasti susah nyucinya." 
"Berantakan sekali, udah ah main catnya."
"Awas jangan sampai kena baju ya."
"Main yang lain aja ya, dindingnya jadi kotor tuh."

Main cat air sudah pasti kotor. Serapi-rapinya orangtua menata sedemikian rupa untuk menghindari belepotan cat, tetap saja cat belepotan ke mana-mana. 
Belepotan cat, berantakan, dan tampak kotor bisa dibersihkan dalam sekejap saja. Tahukah Anda jika corat-coret yang dilakukan anak itu bisa mengoptimalkan otak anak. 
Di bawah ini hasil gambar anak saya, Kenan, usianya 5 tahun. Gambarnya sudah berbentuk dan Kenan sudah tahu apa yang digambarnya.
Mengoptimalkan otak anak tidak bisa dilakukan dalam sekejap, perlu waktu dan terus menerus dilakukan. Corat-coret warna  adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan otak anak. Melalui kegiatan corat-coret kreativitas dan imajinasi anak terbangun. Selain itu, melalui corat-coret jari-jemari anak menjadi tangkas serta melatih anak membedakan warna.
Corat-coret yang dilakukan oleh anak itu ada tahapan perkembangannya sesuai usia anak.
Menurut Femi Olivia dalam bukunya Gembira Bermain Corat-coret menyebutkan bahwa secara umum, kegiatan mencorat-coret mulai muncul di usia 1 sampai 2 tahunan dan berakhir di usia 4 tahunan. Dalam masa ini, perkembangan corat-coret anak dibagi menjadi 3 tingkatan lalu dilanjutkan dengan tahapan prabagan. 
- Masa coreng-moreng
Masa ini terjadi pada usia 1-2 tahunan. Pada masa ini anak akan mencorat-coret dengan menarik garis sesuka hatinya yang hasilnya berupa garis-garis atau benang kusut
- Masa corengan terkendali
Setelah anak pandai melakukan coreng-moreng tak beraturan, anak mengarah pada corengan terkendali. Walaupun hasilnya belum sempurna, anak bisa merasakan apa yang dibuatnya.
- Masa corengan bernama
Pada masa ini anak bisa menyatakan gambar apa yang dibuatnya pada orangtuanya. Misalnya gambar bulatan disebut oleh anak sebagai gambar kucing.
- Tahap prabagan
Setelah menguasai tiga tahapan di atas, anak memasuki tahap prabagan yang dimulai pada usia 4 tahunan. Pada usia ini perkembangan motorik dan kognitif anak semakin baik. Anak juga mampu mengendalikan tangan dan menuangkan segala imajinasinya dengan baik.
Saat in anak Anda sedang apa pada tahap mana? Sampai di tahap mana pun, Anda bisa mengajak anak bermain corat-coret sekarang. Bisa menggunakan cat air, krayon, pensil warna, atau spidol. Apapun peralatan yang bisa digunakan, manfaatkan dengan baik dan jangan takut kotor.

Sesuai pengalaman saya dulu dan kemarin, memberikan aktivitas yang berkaitan dengan warna itu pasti menyenangkan buat anak. Seperti yang saya lihat pada anak saya, Kenan, ketika saya berikan aktivitas bersama kuas dan cat air, Kenan tidak menolak.
Ini adalah aktivitas Kenan saat melukis pelangi. Saya bantu membuat garisnya, Kenan yang mewarnai dengan cat air.

Lihat videonya di Channel Kenan Stories

Ini adalah aktivitas pengalih perhatian saat Kenan tiada henti mengganggu ayah yang sedang sibuk WFH.
Anak-anak masih harus tetap di rumah, walaupun bosan bagaimana pun, berada di rumah adalah sebuah keputusan bijak demi keselamatan anak dan seluruh anggota keluarga di rumah.
Bagi Anda yang belum mengajak anak bermain dengan cat, segeralah rencanakan. Saya yakin sekali anak akan suka. Barang bekas seperti kaleng, botol kaca, toples selai, bisa menjadi media untuk melukis.
Jangan khawatir dengan harga cat yang mahal. Cat yang murah tapi aman buat anak bisa dengan mudah diperoleh. Yuk ajak anak bermain warna!

________________________________________







Monday, 8 June 2020

Home Learning Anak PAUD: Membuat Peternakan (Teknik Gunting Tempel)

Pandemi masih belum berakhir. Walaupun telah ada kabar jika saat ini di beberapa tempat, salah satunya Jakarta, sedang melakukan masa transisi dari PSBB menuju normal baru, tetap saja kekhawatiran masih saya rasakan. Anak saya masih kecil-kecil, Kenan, 5,5 tahun dan Krisan 3 bulan, rasanya masih was-was jika bepergian ke luar rumah. Jadinya sebisa mungkin menghindari bepergian apalagi kerumunan. 
Selama di rumah saja, ada begitu banyak aktivitas yang dilakukan Kenan, mulai dari aktivitas membantu pekerjaan di rumah (nyapu, ngepel, nyiram, dll), aktivitas lembar kerja dari gurunya saat masih KBM daring, memporakporandakan rumah dengan menciptakan playground-nya sendiri, dan masih  banyak lagi. Yang pasti rumah menjadi arena main bagi Kenan selama di rumah.
Namun, semakin ke sini, saat mendekati pola hidup normal baru dan aktivitas KBM daring sudah usai, rasanya saya tidak bisa membiarkan Kenan  beraktivitas sendiri tanpa ada sedikit pun kegiatan yang terarah dan terencana. Karenanya saya membuat aktivitas home learning untuk Kenan yang dimulai 1 Juni 2020. Baca Merancang Home Learning untuk Anak Usia PAUD/TK ala Paskalina Askalin.
Salah satu aktivitas dalam rancangan home learning yang saya lakukan adalah membuat peternakan. Aktivitas yang dilakukan cukup sederhana. Saya cari gambar hewan peternakan dan kandangnya di internet lalu dicetak. Saya siapkan kertas ukuran  4 x A4, kertas A4 sebanyak 4 lembar disambung menjadi besar. Gambar-gambar hewan digunting sesuai bentuknya. Saya siapkan juga tulisan kata domba, sapi, ayam, kuda, istal, dan babi.
Pada aktivitas ini saya tidak meminta Kenan menggunting, hanya mengelem dan menempel saja. Setelah siap, saya ajak Kenan mulai beraktivitas.
Aktivitas pertama menempelkan kata, lalu diikuti menempelkan hewan-hewannya. Jadilah perternakan seperti pada foto di bawah ini.
Dari aktivitas membuat peternakan ini, mencatat beberapa kemampuan diperoleh Kenan, yaitu:
- Kenam mengenalkan hewan yang ada di peternakan
- Kenan berlatih membaca
- Kenan belajar berhitung
- Kenan berlatih storytelling
Aktivitas membuat peternakan tidak hanya sekadar mengelem dan menempel, lalu selesailah aktivitas itu. Selama proses Kenan mengelem dan menempel, saya mengajukan banyak pertanyaan pada Kenan, misalnya apakah harimau termasuk hewan peliharaan, berapa jumlah babi, apa nama kandang kuda, dan sebagainya.  Pertanyaan dan jawaban Kenan memperkaya aktivitas membuat peternakan.
Demikian sharing saya, semoga bermanfaat, yang baik dapat dipetik, yang jelek dibuang saja. Semoga sehat selalu. Silakan tinggalkan  komentar jika asa saran kegiatan, dan sebagainya.

Sunday, 10 May 2020

Surat untuk Dek Krisan

Hari ini tepat dua bulan kelahiranmu, Dek Krisan. Hari ini, 60 hari yang lalu, Dek Krisan dilahirkan melalui operasi sesar. Bunda tidak punya pilihan lain selain menyerahkan segala keputusan pada dokter, bunda harus melahirkanmu dengan operasi sesar seperti dua kakakmu.

Tulisan ini curahan pena bunda yang pertama kali tentang Dek Krisan. Dek Krisan hadir dalam kehidupan Bunda seperti terang yang menghalau kegelapan. Tentu ini bukan hanya bagi Bunda, tapi bagi ayah, Kakak Kenan, dan juga Uti.
Bunda ingat betul, kehadiran Dek Krisan di perut Bunda itu baru Bunda sadari tanggal 6 Agustus 2019. Sebuah kejutan yang luar biasa bagi Bunda. Ucapan Bunda dulu ternyata ampuh membuat segalanya mungkin. Bunda pernah membatin, "Adik untuk Kakak Kenan baiknya hadir setelah punya rumah, alias tinggal di rumah sendiri, bukan rumah kontrakan." Dilalah... Ucapan batin itu terjadi. 
Bulan Juli 2019, Bunda dan Ayah sudah pindah di rumah baru. Sebulan kemudian kehadiran Dek Krisan bunda rasakan. Puji Tuhan.

Dek Krisan, Bunda masih ingat betul, bagaimana gerakmu di perut Bunda, luar biasa,  Dek Krisan aktif sekali, hingga membuat Bunda selalu lapar☺️.
Enam puluh hari yang lalu, saat Bunda sudah terbaring di rumah sakit untuk persiapan operasi, Bunda ingat banget tendangan lincahmu di perut hingga membuat bunda meringis. Saat menit-menit menjelang masuk ruang operasi mulut Bunda terus mendaraskan doa Salam Maria yang bagi bunda doa itu mampu menenangkan rasa tegang masuk ruang operasi.

Dek Krisan tahu tidak, saat Bunda memasuki ruang operasi, Kakak Kenan menemani hingga pintu masuk kamar operasi. Pengennya Kakak Kenan ikut masuk menemani Bunda. Kakak Kenan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Dek Krisan. Puji Tuhan, akhirnya Kakak Kenan bisa melihat Dek Krisan lalu tidur nyenyak. Proses operasi dimulai pukul 9 malam, dan Dek Krisan lahir ke dunia pukul 21.31 wib. Kakak Kenan menunggu kedatangan Dek Krisan sejak siang, jadinya setelah melihat Dek Krisan, Kakak Kenan bisa tidur nyenyak.

Dek Krisan, situasi pandemi korona yang melanda dunia juga Indonesia, menjadi pengingat kelahiranmu. Bunda sangat bersyukur, jadwal operasi sesar dilakukan tanggal 10 Maret 2020. Saat itu pandemi korona belum meluas dan menginfeksi banyak orang seperti sekarang ini. Saat di rumah sakit, Kakak Kenan, Ayah, dan Uti bisa menemani Bunda di rumah sakit tanpa ada batasan.

Satu minggu kemudian, mulai dilakukan lockdown di mana-mana, sekolah kakak libur,ayah bekerja di rumah. Bunda bersyukur banget Dek Krisan sudah lahir.

Dua minggu setelah Dek Krisan lahir, Bunda harus kontrol terakhir ke dokter. Duh, rumah sakit begitu sepi, harus jaga jarak, dan menghindari kontak fisik. Bunda juga dengar, stok darah di PMI menepis. Padahal sebelum Dek Krisan lahir, Bunda harus transfusi dengan dua kantong darah. Puji Tuhan saat itu tidak sulit meminta bantuan dua kantong darah di PMI.

Dek Krisan, Bunda minta maaf sekali tidak bisa melakukan yang seharusnya. Virus korona sudah membatasi banyak hal hingga Bunda tak bisa berbuat banyak. Hingga usia Dek Krisan dua bulan, Bunda tidak berani membawa Dek Krisan ke dokter atau ke bidan untuk imunisasi. Duh Bunda takut sama virus korona yang sudah singgah di mana-mana. Sampai hari ini pun Bunda belum tahu berat Dek Krisan. Tapi Bunda tahu, Dek Krisan terus bertumbuh karena semakin hari semakin berat 😄 Puji Tuhan🙏
Dek Krisan, pasti merasakan bosan ya, setiap hari ketemunya sama Bunda, Uti, Kakak, dan Ayah 🤗 Sabar ya Dek Krisan. Sebentar lagi , amin, Dek Krisan bisa jalan-jalan keliling kompleks, jadinya tidak hanya di rumah atau halaman rumah. Kalau si korona sudah pergi, Dek Krisan bisa melihat dunia lebih luas dan menyenangkan. 
Dek Krisan, hadirnya Dek Krisan sudah meluluhlantahkan kebosanan Bunda walau di rumah aja. Dek Krisan, sehat selalu ya Dek. Semoga korona segera hilang, Bunda bisa bawa Dek Krisan untuk imunisasi. Bisa bawa Dek Krisan jalan-jalan sama Kakak Kenan. Amin

Thursday, 26 March 2020

Temani Anak Belajar di Rumah

Wabah COVID-19 membuat anak-anak sekolah harus belajar di rumah. Anak PAUD hingga SMA/SMK setiap hari mendapat tugas dari guru-guru mereka dan orangtua harus memastikan anak-anak mengerjakan tugas mereka dengan baik.
Kecanggihan teknologi komunikasi memudahkan komunikasi antara guru dan orangtua, antara guru dan siswa, atau di antara ketiganya.
Anak saya Kenan yang duduk di TK A juga mempunyai tugas selama belajar di rumah. Selain ada lembar kerja/aktivitas yang dikerjakan untuk bahan di rumah, gurunya juga memberikan tugas harian. Seperti hari ini, gurunya meminta anak-anak untuk membantu pekerjaan orangtua di rumah, seperti menyapu, membereskan tempat tidur, mencuci sepatu, dan sebagainya. 
Keterangan foto: Kenan membantu ayah membersihkan kipas angin.

Keterangan foto: Kenan membersihkan rak buku.

Keterangan foto: Kenan menyapu lantai.

Hari-hari sebelumnya ada banyak aktivitas yang dilakukan Kenan di rumah. Berikut ini foto-foto Kenan dan aktivitasnya.
Mewarnai lembar aktivitas

Mewarnai dan menebalkan tulisan

Mewarnai dan menghitung

Belajar membaca bersama ayah

Belajar menulis bersama bunda

Monday, 3 February 2020

Tahun 2020 Tantangan Orangtua dalam Mengasuh Anak Semakin Berat

Sulit, sangatlah sulit mengalihkan perhatian anak balita dari "racun" yang namanya gawai. Sehebat-hebatnya orangtua menjauhkan anak dari gawai, tetap bisa terpengaruh juga. Orangtua tidak bisa melarang orang lain, anak tetangga atau saudara yang datang ke rumah  mengenalkan gawai pada anak kita. Kadang kala gawai menjadi jalan untuk bisa akrab dengan anak.
Orangtua sulit sekali untuk menjauhkan anak dengan gawai. Yang bisa dilakukan orangtua saat ini adalah menciptakan kegiatan yang bisa menarik perhatian anak sehingga bisa menaruh gawainya dan segera ikut serta dalam aktivitas yang orangtua lakukan. 
Sebuah pengalaman menarik saya baca dari buku Jatuh Hati pada Montessori. Berikut kutipannya:
Saya tak akan lupa yang terjadi ketika dalam sebuah seminar tentang bahaya gadget (gawai), seorang bapak berdiri dan berbicara dengan terbata-bata, "Bapak dan Ibu yang putra-putrinya masih di bawah 6 tahun, berbahagialah. Masih ada waktu. Segesra cari cara supaya anak tidak bergantung pada gadget. Anak saya sekarang usianya 12 tahun. Saya dipukul kalau tidak mengizinkan dia main," ujarnya sambil menghapus air mata. (Hlm. 26)

Media cetak online banyak memberitakan tentang anak-anak yang harus dibawa ke rumah sakit jiwa karena terkena gangguan jiwa akibat kecanduan main gawai. Laman Tribunnews.com Senin, 28 Oktober 2019 menggunggah sebuah berita berjudul "Ratusan Anak Mengalami Gangguan Jiwa Karena Gawai, Aiman: Gawai Mirip Narkoba Dong?". Berikut kutipan beritanya:

Ratusan anak di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat mengalami gangguan jiwa karena gawai.
Direktur Utama RSJ di salah satu daerah di Jawa Barat mengatakan bahwa ada pasien yang sampai memukul ibunya.

 “Ada yang karena main game sampai memukul ibunya,” kata Elli Marliyani, Direktur Utama RSJ di Jawa Barat saat diwawancari Jurnalis KompasTV, Aiman Witjaksono (28/10/2019).

Bagi orangtua informasi tentang dampak negatif terlalu lama berinteraksi dengan gawai  sudah diketahui orangtua. Namun orangtua kadang abai dengan alasan kesibukan mereka. Termasuk saya, kadang lepas kendali membiarkan anak asyik dengan gawai selama berjam-jam. Sementara saya harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah hampir sampai masa tenggat. Tapi saya tetap berusaha untuk mengganti waktu yang terbuang bersama gawai. 

Anak saya kini berusia 5 tahun. Saat ini sudah mengenal beberapa permainan edukatif yang ada pada gawai. Semaksimal mungkin, saya mengajak anak saya beraktivitas yang bisa menarik perhatiannya dan mengalihkan konsentrasinya dari gawai ke aktivitas lainnya. Jujur, ini tidak mudah dilakukan.

Femi Olivia dalam bukunya Good Memory Building, menyebutkan bahwa  untuk mengoptimalkan daya konsentrasi anak, amati gaya belajarnya,apakah visual, auditori, atau kinestetis.
- Bagi anak visual: pusatkan perhatiannya dengan memberikan materi melalui bentuk-bentuk yang menarik, gambar warna-warni. Buatlah ilustrasi gambar atau teks dengan cara menuliskan pola.
- Bagi anak auditori: ajak anak berdiskusi, tanya jawab, tebak-tebakan atau membacakan persoalan dengan cara bercerita. Cara ini akan membuat anak tertarik dan pada akhirnya mau memusatkan perhatiannya.
- Bagi anak eksploratif atau kinestetis: biarkan anak beraktivitas fisik selagi diharuskan memusatkan perhatian. Misalnya menghafal perkalian perkalian sambil main tali atau berpindah-pindah tempat.

Anak saya termasuk anak yang tidak bisa diam sehingga bisa dikatakan lebih dominan kinestetisnya. Namun, dia juga suka main tebak-tebakan dan bermain dengan warna-warna. Aktivitas fisik dimodifikasi dengan permainan penuh warna tentu lebih akan lebih menarik bagi anak saya. Orangtua harus mengetahui seperti apa gaya belajar anak mereka. 

Sesuai pengalaman saya bersama anak, aktivitas ini bisa mengalihkan perhatian anak dari gawai. Namun, aktivitas ini mungkin membuat orangtua enggan untuk melakukannya karena menyebabkan kotor dan  berantakan.

1. Bermain pasir/tanah
Anak-anak suka main bermain pasir atau tanah, tapi kebanyakan orangtua enggan anaknya bermain dengan tanah karena kotor dan takut kena kuman.
Bagi saya, bermain pasir atau tanah tidak akan menyebabkan sakit karena kuman asalkan orangtua waspada untuk mengajak anak mencuci anak selesai bermain. Selain itu, saat bermain harus terus diawasi oleh orangtua atau orang dewasa.

2. Main perahu kertas di air
Pagi-pagi, bangun saat baru bangun tidur, anak saya sudah meminjam gawai pada saya. Ini masalah, kata saya dalam hati. Harus ada kegiatan pengganti yang bisa menarik perhatian anak. Ketika itu semalam habis hujan, air di selokan depan rumah masih menggenang. Jadilah muncul ide membuat perahu kertas dan melajukannya di selokan. Apakah anak suka? Anak saya suka sekali, dan saya yakin anak-anak lain (usia balita) pasti akan suka aktivitas ini. Apalagi ditambah dengan main kecipak air dengan tangan. Namun, tentu air selokan yang digunakan bermain adalah selokan yang airnya mengalir dan bersih dari jentik nyamuk dan sampah.
Bagaimana jika di dekat rumah tak ada air selokan yanh mengalir? Mudah saja, orangtua bisa menggunakan air dalam baskom besar. 

3. Berkreasi dengan mainan yang ada
Mainan baru biasanya akan menarik minat anak-anak untuk bermain. Tetapi orangtua, tidak mungkin membelikan mainan setiap saat. Mainan-mainan yang sudah dibeli itu pasti sudah memenuhi lemari atau berserakan di berbagai tempat.
Orangtua atau pendamping anak bisa memberikan ide-ide kreatif pada anak untuk memainkan kembali mainan-mainan lama. Misalnya, ada banyak mainan mobil kecil, kreasikan dengan mengajak anak membuat jembatan dari kardus bekas kemasan. Anak usia dini perlu dirangsang kreativitasnya. Sedikit pancingan ide dari orangtua, anak akan menciptakan ide bermain sendiri. Kemudian, orangtua harus terus mendampingi anak untuk mewujudkan ide-ide kreatif anak. Aktivitas ini mampu mengalihkan perhatian anak sehingga berpaling dari gawai. 
Tiga aktivitas di atas sudah saya praktikkan pada anak saya dan berhasil membuat anak menaruh gawainya. Sungguh, tidak mudah menjadi orangtua di saat ini. Orangtua harus lebih ekstra peduli pada anak, terutama anak usia dini. Orangtua juga harus mau lebih repot ketika mendampingi anak bermain. 

Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES .  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi chann...