Showing posts with label belajar angka. Show all posts
Showing posts with label belajar angka. Show all posts

Tuesday, 2 January 2018

Belajar di Rumah: Mengenal Angka (1)


Beberapa waktu lalu saya dan Kenan serta ayahnya liburan ke tempat simbahnya Kenan, di Purbalingga. Pada suatu waktu sedang kumpul keluarga, Kenan beraksi menghitung benda hiasan yang ada di lemari.
"Satu, dua, tiga, ..., sepuluh," kata Kenan.
"Eh, sudah sekolah Paud ya," sahut salah satu keluarga ketika melihat Kenan menghitung.
"Belum," jawab saya sambil tersenyum.

Sebenarnya batin saja agak tersedak saat mendengar itu. Apa perlu Kenan sekolah di usia masih 3 tahun? Orangtua yang bekerja memilih memasukkan anaknya ke kelompok bermain di usianya yang masih sangat kecil. Usia 2-3 tahun sudah masuk sekolah.

Saya khawatir Kenan bosan bersekolah jika harus masuk sekolah diusia 3 tahun. Saya juga tidak ingin mengambil waktu bermainnya untuk dihabiskan di sekolah.

Saya selalu di rumah, jadi saya bisa menemani Kenan setiap saat. Saya bisa menjadi ibu sekaligus guru untuk Kenan. Apa yang diajarkan di sekolah bisa saya ajarkan di rumah. Saya juga tidak perlu memaksa Kenan untuk belajar. Belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Salah satu yang sudah saya kenalkan pada Kenan adalah ANGKA. Ada banyak aktivitas yang saya lakukan untuk mengenalkan angka pada Kenan. Berikut ini di antaranya:

1. Melalui Lagu
Sejak kecil kita sudah mengenal lagu Satu Satu.

Satu Satu
Satu satu aku sayang ibu
Dua dua juga sayang ayah
Tiga tiga sayang adik kakak
Satu dua tiga sayang semuanya.

Lagu ini secara tidak langsung mengenalkan anak pada angka. Sambil menyanyikan lagu saya memperagakan tangan saya, ☝✌ dan seterusnya. Lagu ini bisa dinyanyikan sebelum tidur atau kapan pun ketika ada kesempatan.

Lagu Satu Satu ini juga bisa dimodifikasi sendiri sesuai kreativitas kita. Saya memodifikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.

Number one, I love my mother
Number two, I love my father
Number three, I love my grandma
One two three, I love my family

Lagu Satu Satu ini mengenalkan anak pada angka 1, 2, dan 3. Dalam pengenalan ini kita tidak perlu memaksa anak untuk hafal angka. Kita hanya perlu mengenalkan pada anak, bukan mengharuskan hafal angka. Anak adalah peniru yang hebat. Mendengar dan melihat angka secara berulang-ulang akan melekat pada ingatan anak. 


2. Menghitung Mainan
Anak-anak mempunyai banyak mainan. Kita bisa mengajak anak menghitung mainannya. Cobalah ajak anak menghitung 1-10. Anak pada awalnya mungkin tidak peduli, tetapi semakin sering kita mengulang menghitung pada akhirnya anak akan mengingat dan mencoba menghitung.

Fakta:
Kenan belum genap berusia 3 tahun. Saat ini setiap kali melihat jejeran benda dia akan menghitung benda itu, 1-10.

Anak adalah peniru ulung, sehingga ketika sebuah perkataan diulang-ulang akan mudah diingat oleh anak. Oleh karena itu, orangtua harus selalu mengulang menyebutkan angka 1-5, kemudian 1-10, dan seterusnya.



Bersambung ke Belajar di Rumah: Mengenal Angka (2)

Ditulis oleh Paskalina Askalin

Monday, 4 September 2017

Day4 1 2 3 4 5 Kenan Mengenal Angka

Saya berharap, saya tidak termasuk orangtua yang memaksa anak supaya bisa berhitung di usia prasekolah. Saya juga tidak ingin mengikutsertakan anak saya untuk ikut les baca, les berhitung, diusianya yang masih tepat jika diisi oleh aktivitas bermain dan bermain.

Anak saya, Kenan, saat ini sudah mengenal angka 1 sampai 5, kadang bisa sampai 10 juga, tetapi itu pun masih sering salah menyebutkan. Tetapi bukan masalah bagi saya. Ketika dia salah menyebut angka yang ditunjukkan, tidaklah masalah. Saya tidak perlu memaksanya untuk menghafal ini 1, ini 2, ini 3, dan seterusnya. Saya membiarkannya mengenal sendiri melalui kegiatan bermain yang disukainya.

Setiap Kenan bermain dengan mainannya, saya selalu memasukkan tentang unsur angka dalam permainannya. Misalnya ketika Kenan sedang menyusun mobil-mobilannya, saya akan menanyakan ada berapa jumlah mobilnya. Ketika Kenan bermain boneka hewan, saya menanyakan berapa jumlah kaki jerapah. Sambil bermain Kenan bisa mengenal angka tanpa harus dipaksa untuk menghafalnya.



Hari ini saya menempelkan tulisan angka 1 sampai 5 di dinding. Kadang-kadang di sela-sela sedang bermain, saya mengajaknya bermain dengan angka-angka yang ada di dinding itu. Misalnya, saya memberi instruksi seperti ini: Bunda berdiri di angka 1, ayo Kenan berdiri di angka 5. Kadang Kenan mengikuti instruksi, kadang malas-malasan, sehingga tidak mempedulikan instruksi saya. Ya sudah, saya tidak perlu memaksakan kehendak saya. 

Jadi, saya rasa, orangtua tidak perlu memaksakan anak untuk ikut les calistung. Karena di rumah anak bisa belajar dengan sendirinya, asalkan orangtua mau mendampinginya. – Paskalina Askalin


#day4 #septemberbercerita #writingchallenge #momwriting #kenanstories #belajarangka #calistung

Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES .  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi chann...