Wednesday, 3 October 2018

Resensi Buku: Tuta Ingin Rumah Baru dan 7 Kisah Hewan Bermakna Lainnya

Judul: Tuta Ingin Rumah Baru dan 7 Kisah Hewan Bermakna Lainnya
Penulis: Renny Yaniar
Penerbit: Gramedia
Tahun: 2018
Tebal: 128 halaman
Harga: Rp 120.000

"Itu buku buat Kenan, Bun" kata anak lanang ketika buku Tuta Ingin Rumah Baru dan 7 Kisah Hewan Bermakna Lainnya ini sampai. Buku ini memang saya beli untuk anak lanang, dan juga buat saya baca tentunya.

Buku ini berisi delapan kisah hewan. Saya sudah membacakan semua kisah dalam buku ini untuk anak saya sebagai pengantar tidur. Kisah pertama menjadi judul utama buku ini. Tokohnya adalah Tuta si kura-kura  yang ingin mempunyai rumah baru. 

Tuta iri pada hewan lain yang punya rumah/sarang. Tuta juga iri pada manusia yang mempunyai rumah yang indah. Akhirnya keresahan Tuta ingin punya rumah baru berakhir. Guguk, teman Tuta meminjamkan rumah lamanya untuk dipakai Tuta.  Tuta melepas tempurungnya dan menggantinya dengan rumah Guguk. Bukan pujian yang diterima Tuta, hewan lain malah mencibirnya dan memandang aneh pada Tuta. Tuta tak peduli dengan omongan hewan lain. Namun, ketika ada kucing liar yang hendak menyerangnya, Tuta sadar jika tempurungnya adalah rumah terbaik baginya. Dengan rumah baru Tuta tidak bisa melindungi dirinya dari serangan kucing liar, sedangkan tempurungnya bisa melindungi dirinya dari serangan kucing liar. Akhirnya Tuta memakai lagi tempurungnya.

Kisah pertama saja sudah seru, masih ada 7 kisah lainnya dengan tokoh-tokoh hewan yang unik. Ada kodok yang ingin berambut gondrong, kuda yang mempunyai anak kambing, keluarga jerapah, kisah lima monyet, ikan-ikan penari, kisah tokek, dan kisah berang-berang yang takut berenang. Pokoknya jangan lewatkan buku ini, anak-anak pasti suka, Kenan aja suka. 

Tuesday, 2 October 2018

Kenapa Buku Saya Lolos dalam Lomba Konten Kanal PAUD 2018

Kenapa Buku Saya Doti Kupu Suka Berteman dengan Semua Lolos dalam Lomba Konten Kanal PAUD 2018

Jawabannya, saya tidak tahu. Hanya Tuhan yang tahu kenapa buku saya terpilih oleh dewan juri. Yang saya pikirkan ketika membuat cerita anak itu adalah ide cerita sederhana, pesan yang disampaikan mudah diterima anak-anak, dan gambar ukuran besar.

Selama ini saya belum pernah mengikuti pelatihan menulis buku cerita anak. Kemampuan yang saya miliki, saya peroleh secara autodidak. Saya membaca buku-buku cerita anak di toko buku, lalu saya cari idenya, dan tulis menjadi buku.
Hari ini saya membaca sebuah buku tentang belajar menulis cerita anak. Di buku itu dijelaskan bagaimana proses membuat sebuah cerita anak. Proses ini sudah sering saya baca dan dengar dari berbagai sumber.

Pertama, cerita itu harus mempunyai tokoh (karakter). Kedua, tokoh itu akan bercerita jika mempunyai keinginan. Ketiga, cerita akan menjadi seru jika ada halangan-halangan yang dialami tokoh ketika mewujudkan keinginannya.

Cerita anak yang sempurna sebaiknya memenuhi proses itu dan proses bisa berulang sesuai keinginan penulis. Tetapi, selama ini, jujur, saya selalu mengabaikan proses itu. Ketika sebuah ide muncul, saya akan langsung membuatnya menjadi lembar demi lembar halaman naskah cerita anak. Saya tentukan tokohnya siapa, masalahnya apa, lalu si tokoh berusaha menyelesaikan masalahnya. Dalam ini, saya merasa proses penulisan cerita anak yang saya lakukan cenderung "kasar". Saya masih harus belajar banyak. Saya butuh lebih banyak "suplemen dan vitamin" untuk menulis cerita anak.

Naskah cerita anak saya lolos dalam Lomba Konten Kanal PAUD 2018 itu adalah keberuntungan saya. Saya harus belajar lebih banyak lagi dari penulis-penulis buku cerita anak. 

Cara belajarnya seperti apa? Membaca buku-buku karya para penulis, membaca buku panduan menulis yang ditulis oleh penulis buku cerita anak, dan mengikuti pelatihan menulis buku cerita anak. Untuk yang ketiga ini, saya belum mendapatkan kesempatan baik. Setiap kesempatan ada sudah saya coba, tetapi hasilnya belum ada yang bisa saya ikuti. Harapan saya, akhir tahun ini masih punya kesempatan belajar menulis cerita anak dari penulis-penulis buku cerita anak. Amin.

Monday, 1 October 2018

Catatan Mantan Editor Buku (1)


Catatan Mantan Editor Buku (1)

Menjadi editor buku hanya mengedit, itu biasa saja. Editor dituntut harus bisa menulis buku, adalah luar biasa. Editor penerbit (saya, misalnya) mau tidak mau berada pada posisi harus bisa menulis buku, dengan status penulis bayangan, penulis karyawan, atau sebutan lainnya. 

Saking luar biasanya, dalam beberapa hari saja editor bisa menyelesaikan 1 buku siap cetak, sungguh editor super. Tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia penerbitan buku, kebutuhan pasar menjadi yang utama. Editor harus siap memenuhi permintaan si bos penerbit.

Ketika saya menjadi editor, ada beberapa jenis buku yang saya tulis. Karena saat itu penerbit tempat saya kerja banyak menerbitkan buku-buku proyek, buku-buku yang saya tulis tak sempat bertengger di toko buku. Namun kalau dalam hal jumlah cetak, bisa fantastis, satu judul buku bisa puluhan ribu eksemplar. Wowww, jangan tanya berapa yang saya dapatkan. Saya hanya penulis karyawan, diberi honor menulis disyukuri, kalau pun tidak diberi, ikhlaskan saja. Saya memang tidak mendapatkan nominal apa-apa, tetapi saya belajar banyak. Hasilnya saya terima kemudian, Tuhan memberikan rezeki halal melalui kompetisi buku yang saya ikuti. (Baca Rasa Syukur: Tiga Buku Lolos)

Berikut ini beberapa jenis buku pengayaan sekolah yang pernah saya tulis ketika menjadi editor (penulis karyawan).

1. Psikologi Remaja
Panduan Menjadi Remaja Percaya Diri (SMP/SMA)

2. Seni dan Kerajinan
Seni dan Kerajinan Batik (SD)
Seni dan Kerajinan Anyaman (SD)
Seni dan Kerajinan Gerabah (SD)

3. Bahasa Indonesia
Asyiknya Menulis Resensi (SD/SMP)
Asyiknya Menulis Diary (SD/SMP)
Asyiknya Bermain Drama (SD/SMP)
Namira Belajar Pantun (SD/SMP)
Aku Suka Dongeng (SD/SMP)

4. Wirausaha
Ide Bisnis Anak Muda (SMP/SMA)

5. PAUD (Picture Book)
Ami si Kriwil
Ciluk Baa
Bee dan Sekantung Madu
Mia Sayang Semua
Hadiah Balon dari Paman Gobil
Ayo Bermaaf-maafan
Siapa Suka Buah
Tralala.. Trilili...

Judul-judul di atas adalah judul buku yang saya tulis. Masih ada beberapa judul yang belum masuk didaftar tersebut. Keyakinan saya, setiap buku mempunyai nasibnya masing-masing, walau kadang penulisnya tak bisa lagi menyentuh karyanya.

Sunday, 30 September 2018

Tema Buku yang Pernah Ditulis Paskalina Askalin



Ada banyak tema buku anak yang pernah saya tulis, di antaranya tema-tema di bawah ini.

1. Tema Ibu


2. Tema Kerja Bakti (Gotong Royong)
 



 3. Tema Budaya Nusantara




4. Tema Anak Mandiri



5. Tema Anak Sehat


6. Tema Rambu-rambu Lalu Lintas


7. Tema Sastra (Pantun)


8. Tema Panduan Menulis


9. Tema Buku Aktivitas TK (Paket TK, Mewarnai, Persiapan Masuk SD, dll)








10. Tema Dongeng


11. Tema Kejujuran


12. Tema Penyayang Hewan Peliharaan

Saturday, 29 September 2018

Rasa Syukur: Tiga Judul Buku Lolos Lomba

Sebelum masuk bulan Oktober, patutlah saya bersyukur pada Tuhan atas hasil baik yang diberikan oleh-NYA. Hasil usaha menulis selama bulan Juli dan Agustus 2018, menorehkan hasil di bulan September 2018.

Lomba Penulisan Buku Bacaan Siswa Sekolah Dasar 2018 baru pertama kali saya ikuti. Deadline pengiriman naskah tanggal 31 Juli 2018. Walaupun banyak ketidakjelasan tentang syarat pengiriman lomba ini, saya mencoba menginterpretasikan sendiri. Info-info dari grup wa yang mengatakan "ini dan itu" saya abaikan. Saya mengirimkan dua jilid (buku), satu dengan kover dan identitas lengkap, satunya lagi kover putih berjudul tanpa identitas penulis.

Dua jilid buku yang saya kirim untuk lomba.

Menurut info awal pengumuman lomba tersebut diumumkan tanggal 14 September 2018. Tepat sesuai jadwal, jam 4 sore banyak pesan WA masuk yang mengucapkan selamat buku saya lolos. Tentu ini sangat membahagiakan, usaha saya membuahkan hasil. Sebenarnya sedari pagi saya mengintip laman Ditpsd Kemdikbud, tetapi pengumuman belum muncul.

Ternyata buku saya yang lolos ke final Lomba Penulisan Buku Bacaan Siswa Sekolah Dasar 2018 ada dua judul, satu kategori fiksi dan satu kategori nonfiksi. Saat itu rasa senang saya endapkan dulu, karena bersamaan dengan kabar itu saya sedan sibuk memasak (hampir gosong tempe goreng saya hahaha). Kategori fiksi berjudul ROTI PANGGANG PISANG UNTUK NENEK dan kategori nonfiksi berjudul INI KREASIKU MANA KREASIMU.


Dua judul buku ini lolos ke final, semoga bisa masuk kelompok 1, AMIN.
Setelah kabar gembira dari pengumuman Lomba Penulisan Buku Bacaan Siswa Sekolah Dasar 2018, masih ada satu pengumuman yang ditunggu, yaitu pengumuman Lomba Konten Kanal Paud 2018. Untuk lomba ini saya mengirim dua naskah untuk kategori penyusunan  buku cerita anak bentuk ebook. Rencana awal pengumumannya tanggal 3 September 2018, namun kemudian panitia mengumumkan jika pengumuman lomba diundur menjadi tanggal 17 September 2018.

Hari Jumat, 14 September 2018, sudah mendapatkan kabar baik 2 buku lolos ke final. Saya berharap ada kabar baik juga tanggal 17 September 2018. PUJI TUHAN kabar baik itu tiba, ternyata nama saya ada didaftar pemenang lomba, sebagai juara harapan. Saya hanya bisa bersujud syukur pada Tuhan, tema buku yang saya angkat  bisa dipilih oleh juri penilai. Tentu kemenangan ini juga tidak akan saya peroleh tanpa bantuan ilustrator yang baik hati. Sebenarnya naskah buku ini saya sodorkan pada ilustrator dalam keputusasaan. Saya pasrah pada ilustrator, digambar syukur, tidak digambar tidak apa-apa. Ternyata di waktu yang mepet, ilustrasi berhasil diselesaikan sebelum deadline lomba. Judul bukunya DOTI KUPU MAU BERTEMAN DENGAN SEMUA.




Bulan September ini sungguh ceria, penuh haru, dan penuh perjuangan. Terima kasih Tuhan, terima kasih Tuhan.

Bulan Oktober akan tiba, tantangan menulis semakin sulit bagi saya. Saya sulit membagi waktu antara anak lanang dan menulis, tetapi kesulitan itu menjadi irama yang menyejukkan.
Salam menulis
Salam literasi

Indonesian Dreams Story, 18 Karakter Anak Indonesia

Indonesian Dreams Story, 18 Karakter Anak Indonesia

Jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan cinta tanah air adalah bagian nilai dari 18 nilai karakter anak Indonesia yang ada dalam buku Indonesian Dreams Story . Delapan belas nilai karakter itu bersumber dari 18 nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas. Nilai-nilai karakter tersebut sejak tahun 2011 disisipkan dalam proses pendidikan di sekolah dan disisipkan pula dalam buku pelajaran sekolah.

Nilai karakter bangsa ini sangatlah tepat disebut sebagai nilai karakter anak Indonesia karena 18 nilai karakter ini merujuk dalam berbagai aspek kehidupan anak Indonesia. Oleh karenanya, 18 nilai karakter ini layak dan wajib ditumbuhkan dalam hati dan pikiran anak-anak calon generasi masa depan Indonesia. Kelak kemajuan bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak yang kini masih duduk di bangku sekolah.



Jika 18 nilai karakter diberikan dalam bentuk teori dalam buku pelajaran, tentulah anak-anak langsung menjauh. Oleh karenanya, hadirlah buku  Indonesian Dreams Story yang menyajikan 18 nilai karakter Indonesia melalui bentuk cerita.  Indonesian Dreams Story adalah karya terbaik dari 18 penulis dan didukung 10 ilustrator.

Saya patut berbangga hati, salah satu penulis itu adalah saya, Paskalina Askalin. Saya menulis tentang karakter jujur. Saya berharap sekali anak-anak Indonesia di masa depan bisa menjadi generasi anak jujur.


Cerita-cerita dalam Indonesian Dreams Story dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Adanya ilustrasi warna untuk setiap cerita menambah ketertarikan anak untuk membaca buku ini. Pada akhir cerita terdapat hikmah cerita dan himbauan yang dapat memudahkan anak memahami pesan yang ingin disampaikan penulis.


Identitas buku
Judul: Indonesian Dreams Story, 18 Karakter Anak Indonesia
Penulis: 18 Penulis Keren
Ilustrator: 10 Ilustrator Keren
Penerbit: Visi Mandiri, Solo
Terbit: Cet I, 2018
Harga: Rp 70.000
Bisa dibeli di KEN KEN BOOK STORE atau TOKONYA KEN KEN

18 Karakter Anak Indonesia
1. Religuis
2. Rasa Ingin Tahu
3. Cinta Tanah Air
4. Bersahabat
5. Semangat Kebangsaan
6. Demokratis
7. Gemar Membaca
8. Cinta Damai
9. Menghargai Prestasi
10. Tanggung Jawab
11. Peduli Sosial
12. Peduli Lingkungan
13. Jujur
14. Toleransi
15. Disiplin
16. Kerja Keras
17. Kreatif
18. Mandiri

Thursday, 27 September 2018

Tip: Buku Terbaik untuk Anak

Sebuah pertanyaan menggelitik hati dan pikiran saya pagi ini. "Buku apa yang bisa direkomendasikan untuk anak usia 5 tahun?" 

Jawaban saya simpel saja, pilih tema buku anak sesuai dengan kesukaan anak. Jika anak laki-laki, biasanya cenderung menyukai mobil-mobilan atau superhero, sediakan buku-buku tema itu. Jika anak perempuan biasanya cenderung suka mainan boneka barbie, sediakan buku-buku dengan tema itu. Baik lagi jika orang tua bisa menanyakan pada anak buku apa yang diinginkan.




Namun ada yang orang tua harus ketahui, bukan buku bagus atau buku mahal atau buku best seller yang dibutuhkan anak kita. Yang dibutuhkan dan didambakan anak kita adalah membaca buku bersama orang tuanya, ayahnya atau ibunya. Bagi ayah dan ibu yang bekerja, membacakan buku akan menjadi saat-saat yang luar biasa untuk anak. Tentunya secara emosional hal ini akan menambah kedekatan antara anak dan orang tua.

Mungkin ada orang tua yang berargumen, "Duh di rumah tidak punya buku cerita. Mau membacakan apa?" Itu bukan alasan. Orang tua bisa membacakan buku menggunakan buku pelajarannya bagi anak usia SD. Bagi anak batita/balita, buku aktivitas di PAUD/TK bisa menjadi sumber bacaan atau gambar juga bisa menjadi bahan cerita.

Jika orangtua masih kesulitan mendapatkan buku untuk dibacakan bersama anak, ada satu cara mudah dan gratis. Tetapi cara ini benar-benar jalan terakhir. Caranya adalah install aplikasi perpustakaan nasional digital Ipusnas di telepon pintar Anda dan cari buku cerita dan bacakan untuk anak Anda. (Aktivitas bersama anak, terutama usia batita balita, hindari penggunaan smartphone atau tablet).


Jadi kesimpulannya, tidak perlu beli buku mahal, tidak perlu bingung memilih buku, sisihkan waktu setiap hari untuk membaca buku bersama anak. Itu lebih bermakna dan bermanfaat. Buku itu akan menjadi buku terbaik untuk anak. Hari berikutnya dan berikutnya, Anak pasti minta dibacakan buku itu lagi.

Paskalina Askalin
Seorang Ibu, seorang penulis, dan editor.

Cerita Kenan: Tidak Jadi Buat Konten Tentang Bus Pariwisata Red White Star

Saat hari libur sekolah atau akhir pekan aku ingin membuat konten untuk channelku KENAN STORIES .  Yang belum SUBSCRIBE,  ayo kunjungi chann...